Pembangunan Jalan dua Jalur di Bireuen Terkendala Ganti Rugi

  • Whatsapp

Bireuen – Pembangunan dua jalur dilitasan Bireuen-Takengon sepanjang 1 KM lebih yang dimulai dikerjakan dan dikuatirkan tidak selesai tepat waktu, menyusul ganti rugi tanah di beberapa titik yang belum tuntas.

Pihak rekanan yang sudah mulai mengerjakan paket tersebut disebut sudah menyelesaikan penggalian dan penimbunan, kendala jalan dua jalur itu, meski belum lagi memasuki tahap pengaspalan. Namun di beberapa titik terpaksa dihentikan pengerjaannya, mengingat tanah tersebut, belum lagi, diselesaikan dengan pemilikinya. Sedangkan sebelumnya. Di lokasi yang sedang dikerjakan, terkendala dengan adanya tiang listrik pada jalur lintasan, namuan pihak PLN maupun PT Telkom sudah mencabut tiang lilstrik maupun tiang telepon, sehingga rekanannya dapat melanjutkan pekerjaannya.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Bireuen, Hanafiah, SP menjawab Media ini, mengakui jika dibeberapa titik, masih terselesaikan proses ganti rugi tanah milik warga. Sehingga rekanan yang sedang mengrjakan proyek pembangunan dua jalur di lintasan Bireuen-Takengon mengalami hambatan. Begitupun, proses ganti rugi tetap dilanjutkan dan akan selesai dalam waktu dekat, mengingat pembangunan jalan tersebut sangat mendesak, sehingga ganti rugi akan tetap dilakukan, mengingat pembebasan lahan untuk kepantingan umum, dan pembayarannya berdasarkan daftar KJJP.”Memang proses ganti rugi yang dilakukan beberapa tahun lalu, ada yang sudah dibayar serta ada juga yang belum terbayar karena berbagai hal,” sebut Hanafiah.

Adanya kepastian jika proses ganti rugi akan dilakukan dalam waktu dekat menyusul aktifitas BPN/ATR Kabupaten Bireuen, yang baru-baru ini turun ke lapangan, untuk mengukur peta bidang di lokasi yang belum tuntas ganti ruginya. Setelah adanya peta bidang yang dibuat BPN/ATR, kemudian mengirimkan kepihak Kantor Jasa Penilai Publik (KJJP) di Banda Aceh, yang nantinya di buat daftar, untuk mengetahui seberapa sebenarnya, ganti rugi yang berhak diterima pemilk tanah.”Tentu saja harga yang diterima pemilik tanah, berbeda-beda terganting isi lahannya, dan kita menyerahkan sesuai nilai ganti rugi berdasarkan daftar dari KJJP,” urai Hanafiah.

Rekanan, H Mukhlis, A.Md yang juga Direktur Utama PT Takabeya Perkasa Grup kepada wartawan yang ditemui dilokasi pembangunan dua jalur, Kamis mengakui tentang hambatan dalam pengerjaan proyek itu. Hal itu, sebutnya, karena terkendala ganti rugi tanah di beberapa lokasi, yang belum tuntas. Ia berharap agar pemerintah segera menyelesaikan proses ganti rugi secapatnya, untuk menantisipasi keterlambatan penyelesaiannya Proyek jalan dua jalur, agar nantinya terputus-putus seperti sekarang ini,” tutur H Muklis dengan singkat.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait