Kloter 17 Medan Masuk Asrama, Jemaah Diimbau Jaga Stamina dan Keamanan Kartu Nusuk


MEDAN | BONGKARNEWS Sebanyak 235 jemaah haji asal Kota Medan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 17 resmi memasuki Asrama Haji Medan pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kloter ini terdiri dari 93 orang jemaah Pemko Medan, 73 jemaah KBIHU Dhuyufrurrahman, 23 jemaah KBIHU Raudhah, dan 18 jemaah KBIHU Sinar Husni, serta satu orang pengisi kursi kosong (open seat).
Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara, Dr. Zulkifli Sitorus, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para tamu Allah tersebut. Ia menegaskan bahwa setibanya di asrama, jemaah sudah memasuki fase sterilisasi untuk memfokuskan diri pada prosesi keberangkatan.
“Atas nama Kementerian Agama Indonesia, kami ucapkan Ahlan Wa Sahlan. Asrama ini adalah titik awal keberangkatan Anda. Karena ini sudah masuk daerah steril, kami harap prosesi ini tidak terganggu agar fokus jemaah terjaga,” ujar Zulkifli.
Mengingat jemaah berasal dari wilayah Medan dan sekitarnya, Zulkifli mengingatkan agar jemaah tetap disiplin beristirahat meskipun merasa masih bugar. Hal ini penting karena jemaah dijadwalkan bertolak menuju Makkah pada dini hari nanti.
“Dini hari nanti jemaah sudah harus masuk aula untuk keberangkatan. Manfaatkan waktu setelah Zuhur dan Isya untuk tidur. Jangan sampai kelelahan, sebab setibanya di Makkah nanti, jemaah akan langsung mengenakan pakaian ihram dan melaksanakan tawaf wajib. Stamina yang prima adalah kunci,” tambahnya.
Selain kesehatan, Zulkifli juga memberikan peringatan keras terkait keamanan Kartu Nusuk (identitas resmi jemaah haji). Ia meminta jemaah untuk menjaga fisik kartu tersebut dan tidak mengunggahnya ke media sosial.
“Semua Kartu Nusuk itu formatnya sama, hanya data pribadi yang membedakan. Kami ingatkan, jangan sesekali membagikan foto kartu ini ke Facebook atau media sosial lainnya karena bisa disalahgunakan pihak lain. Foto boleh untuk dokumentasi pribadi saja. Jika ada kendala teknis terkait kartu atau hal lainnya, segera hubungi pihak syarikah atau petugas,” pungkasnya.
(H Zulkarnain Abidin)

Pos terkait