MEDAN | BONGKARNEWS – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyambut langsung kedatangan 258 jemaah haji kelompok terbang (kloter) 2 asal Kabupaten Langkat di Asrama Haji Medan, Rabu (3/6). Kedatangan kloter ini sempat mengalami keterlambatan signifikan dari jadwal semula pukul 08.15 WIB menjadi pukul 13.00 WIB.
Dalam bimbingan dan arahannya, Wagub Surya menyampaikan harapan agar seluruh jemaah yang kembali dari Tanah Suci dapat membawa perubahan positif di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami meminta kepada seluruh jemaah haji yang baru kembali agar setibanya di kampung halaman dapat terus berbuat kebaikan di tengah-tengah masyarakat dan menjadi suri teladan yang baik. Semoga seluruh jemaah haji kloter 2 ini menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” ujar Surya.
Turut hadir dalam prosesi penyambutan tersebut Penjabat (Pj) Bupati Langkat H. Syah Afandin beserta jajaran Pemkab Langkat, Kakanwil Kementerian Agama Sumut H. Ahmad Qosbi, serta jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Soroti Perubahan Tradisi dan Penjemputan Mandiri
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana Pemkab Langkat memfasilitasi bus khusus untuk pemulangan jemaah, tahun ini para jemaah haji langsung dijemput oleh pihak keluarga secara mandiri. Hal ini mengakibatkan area Asrama Haji Medan tampak sangat padat dan dipenuhi oleh ratusan kendaraan penjemput asal Langkat.
Tak hanya itu, suasana penyambutan kloter 2 kali ini juga diwarnai dengan perubahan kebijakan panitia yang dinilai janggal dan memicu tanda tanya. Panitia mengubah tradisi penataan lokasi yang telah berjalan bertahun-tahun. Kursi untuk wartawan, tamu daerah, dan petugas PPIH justru dialokasikan di area yang biasanya digunakan sebagai tempat penempatan barang bawaan jemaah.
Akses Pers Diperketat, Peran Porter Dilematis
Kebijakan ketat ini berdampak langsung pada ruang gerak awak media. Wartawan yang biasanya diberikan akses mendekat untuk mengambil foto atau melakukan wawancara langsung dengan jemaah maupun ketua kloter, kali ini dilarang keras memasuki lokasi kedatangan jemaah dengan alasan kursi penonton telah disediakan khusus di area pembatas. Penjagaan di pintu masuk lokasi jemaah juga terlihat dikawal sangat ketat oleh petugas keamanan.
Kejanggalan lain terlihat saat proses pengambilan barang bawaan. Meski petugas porter resmi (porlep) sudah bersiap, sejumlah oknum panitia yang mengenakan rompi justru terlihat sibuk ikut mengambil alih barang jemaah dan menggiring mereka hingga keluar menemui keluarga. Kondisi ini sempat membuat para petugas porter resmi kebingungan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PPIH Sumut belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pengetatan akses bagi jurnalis serta perubahan mendadak dalam prosedur penanganan barang bawaan jemaah tersebut.
(H ZA)





