Simeulue-BN.
Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Simeulue (GM2PS), mengruduk DPRK Simeulue, Selasa (11/7). Aksi unjuk rasa berlangsung selama tujuh jam sejak pukul 10.00 WIB.
Massa yang datang dari beberapa penjuru kecamatan di Semuelue itu, meminta dewan mengembalikan status pengelolaan kebun sawit Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) dari PT Kasama Ganda pada Pemkab Simeulue. Dewan juga didesak melaporkan pada masyarakat, terkait pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) dan penyertaan modal pada Pemkab Simeulue.
Dalam aksinya, selain berorasi perwakilan massa juga menyerahkan petisi berisi 14 poin tuntutan pada anggota dewan dan Sekda Drs Naskah Bin Kamar mewakili Pemkab Simeulue.
“DPRK Simeulue harus audit khusus PMKS yang dilakukan kantor akuntan publik dalam operasional dan manajemen PDKS serta PMKS,” kata seorang pengunjukrasa.
Tak hanya itu, DPRK juga diminta melaporkan seluruh penyertaan modal yang dikelola PDKS serta PMKS selama priode 2012-2017.
“Memberikan informasi pada masyarakat Kabupaten Simeulue terkait hutang Pemerintah Kabupaten Simeulue terhadap PT Kasama Ganda. Menjelaskan secara terbuka kepada publik, berapa pendapatan asli daerah selama bekerjasama dengan PT Kasama Ganda,” tegas pengunjukrasa lainnya.
Dalam petisinya, GM2PS meminta DPRK agar menyegel dan memberhentikan aktifitas operasional PDKS dan PMKS selambat-lambatnya pekan mendatang. Bersikap tegas pada Bupati Dan Wabup untuk segera menghentikan Seluruh operasional PT Kasama Ganda di PDKS sekaligus pemutusan kontrak dan pembatalan perjanjian KSO dengan PT Kasama Ganda.
“Akibat swastanisasi pada PT Kasama Ganda, ribuan masyarakat Simeulue keluar pulau, menjadi kuli di negeri orang,” tegas orator.
Masa GM2PS juga meminta DPRK Simeulue agar mengusulkan kepada Kemenpan RB untuk memecat oknum pegawai negeri sipil/ aparatur sipil Negara yang terbukti menggunakan ijazah palsu dalam lingkungan pemerintah Kabupaten Simeulue.
Usai berunjukrasa, massa yang dipimpin Zulianto dan Zulyan Amin meminta Ir Yazid, Direktur Kebun Kelapa Sawit PDKS di Kecamatan Teluk Dalam dan Kecamatan Teupah Selatan tandatangani petisi.
Aksi demo tersebut sempat tercoreng, demo tandingan yang berujung aksi kejar-kejaran oleh aparat hingga masuk ke areal kantor Bupati Simeulue. Polisi mengamankan sejumlah pelaku yang sempat membentangkan spanduk, bertuliskan tentang kebijakan dan aset pada masa Pemerintahan Bupati Drs H Darmili.
Menurut Kapolres Simeulue AKBP Ayi Satria Yudha, aksi unjuk rasa ini dikawal sebanyak 250 personil Polri dan TNI, dan aksi berlangsung aman dan terkendali.
“memang ada sejumlah oknum warga tadi kita lakukan peneguran secara persuasive” kata AKBP Avi Satria Yudha..
(Fauzan. A)





