Labuhanbatu, Bongkarnews.com:
Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu terus memperkuat koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di bidang gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro).
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Koordinasi Implementasi Jejaring dan Program Gizi, KIA dan Kespro yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Hj. Tuti Noprida Ritonga, S.Si., Apt., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kesehatan ibu, anak dan reproduksi merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan karena memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, program gizi, KIA dan kesehatan reproduksi memiliki keterkaitan yang sangat erat. Ketiganya menjadi bagian penting dalam berbagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, termasuk menekan angka kematian ibu dan bayi, memperbaiki status gizi serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.
“Pelayanan kesehatan ibu, anak dan reproduksi tidak bisa dikerjakan sendiri. Kita membutuhkan jejaring kerja yang kuat antara fasilitas kesehatan, lintas program dan lintas sektor,” ujar Tuti dalam sambutannya.
Ia menambahkan, berbagai persoalan kesehatan seperti stunting, gizi buruk hingga angka kematian ibu dan anak membutuhkan penanganan yang terintegrasi dan berkesinambungan, mulai dari hulu hingga ke hilir.
Karena itu, koordinasi antar-pihak dinilai menjadi salah satu kunci untuk memastikan setiap program kesehatan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Untuk itu, melalui koordinasi ini mari kita optimalkan fungsi jejaring rujukan, peningkatan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan masing-masing, serta memastikan standar pelayanan gizi, KIA dan Kespro berjalan tepat sasaran di lapangan,” tegasnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, lintas program dan lintas sektor dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Labuhanbatu.
Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan berbagai kendala dalam pelaksanaan program dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Selain itu, jejaring pelayanan kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan juga diharapkan semakin optimal dalam mendukung pelayanan kepada ibu, bayi, anak, remaja, pasangan usia subur hingga keluarga.
Di akhir sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu berpesan kepada seluruh peserta, khususnya perwakilan dari masing-masing puskesmas, agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga materi dan informasi yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di lapangan.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber yang telah memberikan dukungan serta berpartisipasi dalam kegiatan koordinasi tersebut.
Pertemuan ini turut dihadiri P2KB Labuhanbatu dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Labuhanbatu selaku narasumber, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Jabatan Fungsional (JF) Nutrisionis Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, serta para peserta yang merupakan perwakilan dari puskesmas dalam rangka koordinasi implementasi jejaring dan program Gizi, KIA dan Kespro.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu berharap penguatan jejaring pelayanan dapat terus dilakukan sehingga program gizi, KIA dan kesehatan reproduksi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan tepat sasaran bagi masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat Labuhanbatu yang semakin sehat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dari masa kehamilan, kelahiran, pertumbuhan dan perkembangan anak hingga kehidupan keluarga. (Zulkarnain)





