ACEH UTARA | BN -Mahasiswa Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melakukan orasi di depan gedung kantor DPRK Aceh Utara tepatnya di jalan Adam Jamil Lhokseumawe, dibubarkan paksa dengan semprotan air, Rabu (19/04).
Pembubaran mahasiswa yang melakukan aksi demo tersebut oleh pihak kepolisian pada Pukul 18 : 00 WIB dengan menyemprotkan air dari Mobil Water Cannnon kearah mahasiswa.
Dari amatan media dilokasi, Mahasiswa yang menyampaikan orasi hingga menjelang magrib, pada saat dibubar dengan semprotan air, nampak berlari dengan kocar kajir, Setelah Itu berkumpul kelapangan Hirak.
Beberapa menit kemudian Menjelang shalat magrib pihak kepolisian yang berjaga keamanan menginstruksikan mahasiswa yang bergabung dengan aksi demo dari universitas malikussaleh dan IAIN Lhokseumawe untuk kembali supaya tidak berkumpul disekitar dilokasi tempat berorasi tersebut.
ratusan mahasiswa Akkes melakukan orasi yang menyatakan keberatan dengan sikap Pemda Aceh Utara, namun dalam orasi mereka meminta bupati aceh utara menemui pendemo memberikan penjelasan dihadapan mahasiswa secara langsung, Namun Tidak ditemui oleh Bupati Aceh Utara maupun oleh pejabat Bawahanya, hingga aksi tersebut berakhir dengan semprotan air.
Pasca iskandar Nasri diusir mahasiswa yang meminta agar Bupati Aceh Utara sendiri yang hadir kehadapan mereka, tapi hingga pukul 18 00.Wib , Bupati Muhammad Thaib tidak Muncul Kehadapa Mahasiswa.
Dimana Mahasiswa Akkes sejak pukul 09.00 wib sudah berkumpul di halaman islamic center dan mereka mulai bergerak menuju kantor Bupati pada pukul 09.50 wib.
Setiba di halaman kantor Bupati, ratusan mahasiswa Akkes melakukan orasi yang menyatakan keberatan dengan sikap Pemda Aceh Utara yang lebih memilih mengubah kampus Akkes menjadi UPTD sehingga kampus Akkes harus ditutup.
Sekitar pukul 15.30 wib, ratusan mahasiswa Akkes menuju ke kantor DPRK Aceh Utara, diduga Bupati berada di gedung dewan dalam rangka menghadiri rapat panipurna penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada pemilukada 2017.
Sesampai di depan kantor Dewan, Mahasiswa tidak diizinkan masuk dimana pintu pagar ditutup dan mahasiswa melakukan orasi di depan pintu pagar tersebut.(SA)





