HUKUM JALANAN BERGELORA DI PANIPAHAN: WARGA BAKAR RUMAH BANDAR NARKOBA, JABATAN KAPOLSEK LANGSUNG MELAYANG!

PANIPAHAN | BONGKARNEWS — Amarah ribuan warga di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir (Rohil), Riau, akhirnya benar-benar meledak! Akibat hukum yang dinilai tumpul dan peredaran sabu yang kian merajalela, masyarakat memilih “mengadili” sendiri wilayah mereka.
Kericuhan masif ini tidak hanya menyisakan abu dan puing bangunan, tetapi juga langsung memakan korban di jajaran petinggi kepolisian setempat.
Detik-Detik Amuk Massa Tak Terbendung
Berawal dari kekecewaan mendalam atas lambannya respons aparat penegak hukum terhadap gurita peredaran narkoba, ratusan warga awalnya berkumpul untuk menggelar aksi damai di depan Mapolsek Panipahan. Namun, kesabaran yang sudah habis membuat situasi berubah menjadi mencekam.
  • Penyerbuan Rumah Diduga Bandar: Massa bergerak liar dan menggeruduk sebuah rumah di Jalan Bundaran yang diyakini kuat milik seorang bandar narkoba berinisial A. Tanpa ampun, bagian depan rumah tersebut dirusak dan dibakar oleh massa yang tersulut emosi.
  • Kendaraan Jadi Arang: Tidak hanya bangunan, amarah massa yang membabi buta juga turut menghanguskan sedikitnya 4 unit sepeda motor di lokasi kejadian.
  • Klub Malam Dihancurkan: Pergerakan warga tidak berhenti di situ. Di hari berikutnya, lokasi hiburan malam yang dituding menjadi sarang transaksi barang haram tersebut juga digeruduk dan diacak-acak oleh warga yang emosi.
Kapolda Riau Marah Besar: Kapolsek dan Kanit Reskrim Dicopot Seketika!
Melihat situasi kamtibmas yang lepas kendali dan ketidakmampuan aparat tingkat bawah dalam membaca tensi kemarahan warga, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan langsung mengambil tindakan ekstrem pada hari Minggu, 12 April 2026.
Tanpa banyak kompromi, Kapolda resmi mencopot:
  1. AKP Robiansyah (Kapolsek Panipahan)
  2. Aipda Rahmat Ilyas (Kanit Reskrim Polsek Panipahan)
“Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas,” ujar Irjen Herry Heryawan saat mengonfirmasi keputusan pembebasan tugas tersebut.
Sinyal Darurat Kepercayaan Publik
Hancurnya fasilitas terduga bandar dan dicopotnya para pemegang komando kepolisian di Panipahan ini menjadi bukti nyata titik nadir kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum lokal. Orator aksi bahkan sempat memperingatkan polisi secara terbuka: “Kalau Bapak biarkan kami masyarakat bertindak, Pak. Bahaya, Pak!”.
Kini, wilayah Panipahan dilaporkan mulai kondusif setelah adanya penebalan pasukan pengamanan dari Polres Rohil dan Polda Riau. Namun, bara sekam ketidakpuasan warga terhadap lingkaran hitam peredaran narkoba masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi pejabat kepolisian yang baru.
(R)

Pos terkait