Para Kades di Sergai Resah Kedatangan Oknum Wartawan dan LSM yang Tidak Profesional Dalam Bertugas

SERGAI I bongkarnews.com-  Profesi wartawan sebagai pencari berita saat ini sering disalah gunakan oleh oknum yang mengaku sebagai pegiat sosial kontrol.

Kurangnya profesionalisme dalam bidang jurnalistik ini, dapat dilihat dari kelakuan dari oknum-oknum yang mengaku wartawan ini dengan menakuti-nakuti pejabat publik dengan dalih akan diberitakan bila tidak mengikuti keinginan oknum yang mengaku wartawan tersebut.

Bacaan Lainnya

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang Kepala Desa yang ada di Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (28/8), saat dihubungi bongkarnews com melalui telepon selular.

” Bermodus mencari kesalahan kami sebagai kepala desa, banyak oknum yang mengaku wartawan dan LSM datang menjumpai saya ke kantor desa dengan alasan konfirmasi”, sebut salah seorang kades tanpa mau disebutkan namanya

Anehnya setelah ketemu, oknum wartawan dan LSM dengan nada seperti memaksa meminta saya agar memberikan uang transfort saat hendak meninggalkan kantor desa, padahal alasan awalnya kedatangannya hanya untuk konfirmasi,.

Yang lebih membuat kesal, lanjut Kades, saat diberi, oknum tersebut menolak dengan alasan jumlah uangnya tidak sesuai dengan keinginannya.

” Bahkan ada oknum yang mengaku wartawan dan LSM tersebut mengirimkan fhoto fitnah ke WA saya dengan mengirimkan fhoto editan yang sebelumnya di zoom (diperbesar) guna menakuti saya dengan menunjukkan adanya kesalahan dalam pembangunan fisik pada desa saya. Setelah saya chek pada kegiatan fisik saya, ternyata kerusakan tersebut tidak ada “, tandasnya

Diungkapkan Kades, bukan saya saja yang ditakut-takuti, bahkan teman saya Kepala Desa yang lain juga sudah bosan melihat tingkah laku orang-orang yang mengaku oknum wartawan dan LSM ini karena kedatangan mereka ke desa kami, seperti kami ini memiliki hutang kepada mereka.

” Hampir setiap minggu mereka datang ke kantor desa dengan alasan silahturahmi ataupun konfirmasi, sehingga para Kades seperti kami jadi tidak betah di kantor desa “, ujarnya dengan kesal.

Sementara di desa yang lain, baru-baru ini juga didapati bahwa ada okum yang mengaku wartawan dan LSM berkunjung ke Desa Aras Panjang Kecamatan Dolok Masihul mengaku dengan menandatangani daftar hadir dengan menggunakan nama media atau lembaga saat menjumpai Kepala Desa, padahal oknum tersebut bukanlah terdaftar pada lembaga atau institusi tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi.

Dari kejadian ini, menunjukkan bahwa oknum yang mengaku wartawan dan LSM tersebut bukanlah seorang profesional atau dapat dikategorikan sebagai gadungan.

Menyikapi hal di atas  tokoh pegiat berita Muhammad Adlin menyebutkan bahwa dalam pemberitaan, seorang penulis harus mengedepankan kode etik jurnalistik.

” Dalam pasal 1, jelas disebutkan bahwa wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk.
a. Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.
b. Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.
c. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.
d. Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain”, tuturnya secara terperinci.

Disebutkan dengan membuat berita berimbang dan akurat dengan melakukan konfirmasi, maka berita tersebut akan dapat memberikan masukan bagi pembaca. Untuk itu dalam menulis berita jangan dengan opini semata atau dengan mengikuti keinginan pribadi penulis saja.

Dalam hal ini dirinya mengajak jadilah wartawan dan LSM yang profesional dengan menjalankan tupoksi yang dapat membangun guna kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai Republik Indonesia. (RS)

Pos terkait