SPMI Sumut Butuh Perhatian Pemerintah

  • Whatsapp

MEDAN I bongkarnews.com-Pembatasan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) mengakibatkan banyaknya pekerja seni dan musik tak lagi bekerja sehingga sangat berdampak dengan penghasilan para seniman.

Pernyataan tersebut disampaikan di saat acara kegiatan warna- warni Ramadhan Live streaming yang diadakan Solidaritas Pekerja Seni Musik Indonesia (SPMI ) Sumatera Utara.

Bacaan Lainnya

example banner

Rahmad Kurnia SE selaku Ketua SPMI Sumatera Utara kepada wartawan di Cafe Kantin Erni jalan Asrama I. kel. Teladan Barat Kec. Medan Kota Kamis ( 22/04) menyatakan mereka yang biasanya bekerja sebagai pemain musik di kafe, restoran, hotel, even pernikahan dan lain-lain sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

” Sama sekali tidak lagi bekerja mulai awal Maret 2019 dikarenakan tempat mereka bekerja sebagai pemain musik tidak diberikan izin buka usaha oleh pemerintah bahkan tidak di keluarkan izin kegiatan acara apapun di masa pademi covid 19 sebab dikuatirkan akan timbulkan kerumunan orang bisa menimbulkan penularan virus Covid19 “,ujar Rahmad

Disebutkan bahwasanya mereka sudah habis-habisan, ada yang diusir dari kontrakan karena tak bisa bayar ,barang-barang dan peralatan musik juga terjual, menunggak tagihan BPJS kesehatan, kredit sepeda motor sudah berbulan tertunggak dan terpaksa pinjam sana sini untuk menutupi kebutuhan hidup.

Lebih jauh, beberapa teman teman ada yang coba usaha lain mulai dari menjual masker, kuliner, buat kue, jajanan kripik ubi, jual pakaian, beternak ikan cupang dan lain- lain namun terkadang bukan dapat untung malah rugi dan tak laku tak cukup untuk kebutuhan sehari hari .

” Dengan adanya acara live streaming donasi ini sekaligus mengetuk hati para pemimpin di pemerintahan Provinsi Sumut dan Kabupaten/ Kota sudilah memberi solusi terbaik, paling tidak membantu agar para pekerja seni dan musik terbantu ekonomiannya,” imbuh Rahmad Kurnia SE diamini Ira Chairani .

Sebelum acara berbuka puasa acara di isi juga dengan tausiah oleh Al ustad H.Harris Mulyono yang juga seorang seniman dan pernah ikut band sebagai basis gitar dalam tausiahnya agar semua yang tergabung di SPMI tetap berdoa kepada Tuhan yang Maha Kuasa semoga pademi Covid 19 segera berlalu dan pemerintah berikan solusi akan nasib para pekerja seni dan musik.

Acara diisi dengan talk show menghadirkan nara sumber dari tokoh masyarakat Kota Medan yakni Bunda Amelia dari Serikat Tolong Menolong ( STM ) Satu Hati, dan Netty Yuniarti Siregar dari DPRD Medan Fraksi Gerinda
dipandu oleh moderator Ira Chairani Nasution yang juga Bendahara SPMI Sumut

“Kita berharap peran serta pemerintah kepada para pekerja seni dan musik yang terdampak Pademi Covid 19 yang hanya paham dunia musik sebagai sumber penghasilan buat keluarganya, seharusnya diberikan perhatian dan solusi baik itu dari Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan “, pinta Bunda Amelia dalam harapannya.

Hal senada juga disampaikan Netty Yuniati Siregar dari komisi III DPRD Medan fraksi Gerinda.

“Kami percaya pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rahman sebagai Walikota dan Wakil Walikotanya yang memimpin Kota Medan sangat peduli kepada seluruh elemen masyarakat Kota Medan “, tutur Netty

Disebutkan kami dari Fraksi Gerinda siap sebagai wadah penyaluran aspirasi teman-teman SPMI yang akan sampaikan aspirasinya kepada Pemerintahan Kota Medan untuk mencari solusi atas nasib teman teman pekerja seni musik khususnya yang tergabung dalam SPMI.

Kemudian acara dilanjutkan membuka donasi dimana hasilnya diperuntukan bagi musisi terdampak parahnya pandemi Covid -19. yang memiliki bayi/balita, terusir dari rumah kontrakan pekerja musik yang terbaring sakit, dan tidak bisa mendapatkan perawatan karena kartu BPJS kesehatannya tak bisa digunakan akibat menunggak iuran.

Dari pantauan wartawan acara berlangsung sederhana dan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid 19. ( dra ).

Pos terkait