TEBING TINGGI I bongkarnews.com –Diduga akibat adanya korsleting listrik, Pabrik pengolahan kayu atau pembuatan triplek milik PT Ligaindo Kayu Lestari (LKL) yang berada di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Dusun III, Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) nyaris ludes terbakar, Sabtu (15/8) pagi.
Dari keterangan yang berhasil diperoleh melalui pekerja PT LKL, Yusuf (45) menyebutkan bahwa sekitar pukul 09:30 WIB seluruh pekerja tengah bekerja diruangan tempat pengering kayu, namun tiba-tiba dari atas bangunan muncul percikan api, yang dengan cepat langsung menyambar ke dinding bangunan dan tumpukkan kayu yang tengah disandarkan di dinding bangunan.
Merasa panik melihat kondisi api yang kian membesar, seluruh karyawan spontan bergotong royong berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun amat disayangkan, api yang terus semakin membesar semakin merembet ke seluruh bangunan pabrik yang dipenuhi kayu.
“Setelah lebih kurang 45 menit api berkobar, akhirnya sebanyak 5 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kota Tebingtinggi dan 3 unit milik Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tiba dilokasi kejadian dan berupaya memadamkan api”, terang Yusuf.
Sementara penjaga mesin, Kedi Permana (40) warga Dusun V Desa Binjai Kabupaten Sergai juga mengungkapkan bahwa percikan api yang menyebabkan kebakaran pabrik diduga api berasal dari mesin pngering bahan triplek (Kedi) No.4.
Api langsung menyambar bagian bahan kayu pelapis di dalam ruangan dan berselang beberapa menit kemudian api langsung membakar hampir semua isi bangunan pabrik, sebutnya
Kasat Reskrim AKP Wirhan Arif yang langsung turun kelokasi kebakaran bersama Kabag Ops Polres Tebingtinggi Kompol Burju Siahaan SH dan Kapolsek Tebingtinggi Iptu Doraria Simanjuntak saat dikonfirmasi wartawan terkait kejadian kebakaran ini mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi diduga karena adanya korsleting arus listrik.
Kebakaran ini terjadi saat seluruh pekerja sedang bekerja diruangan pengering kayu, mulai dari awal terbakar seluruh pekerja sudah mengetahui kejadiannya”, sebut Kasat Reskrim.
Kejadian ini tidak sampai menyebabkan adanya korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, sebab hampir 60 persen bangunan pabrik ludes terbakar beserta ribuan lembar triplek siap jual. Saat ini, kasus ini sedang ditangani Sat Rekrim Polres Tebing Tinggi, tandas AKP Wirhan Arif. (Rst)





