Kondisi Jalan, Seuneubok Lhong Butuh Penananganan Pemkab Bireuen

Bireuen -Kondisi jalan Seneubok Lhong, Kecamatan Jeumpa, kabupaten Bireuen dinilai sangat menggemaskan, menyusul belum diaspalnya jalan tersebut selama dua puluh tahun yang terabaikan dari pembangunan, sehingga sangat diharapkan penanganannya oleh Pemkab Bireuen.

Jalan yang menghubungkan Gampong Blang Reum–Gampong Paloeh Panyang dan Gampong Kuta Muligoe dan tembus ke Gampong Seuneubok Lhong, Kecamatan Jeumpa, sepanjang 2 Km lebih, kondisinya sangat menyesakkan. Malah Gampong penghasil Pisang terbesar di Kabupaten Bireuen, bila terwujut pembanguanannya, bisa tembus pula ke lintasan Pinto Angen , Gampong Cot Meugoe yang pembangunan jalan aspal hot mix sepanjang 1.800 meter, dan mulai dikerjakan tahun ini, dapat menembusi Gampong Bate Raya, Kecamatan Juli. Tentu saja, warga masyarakat yang mendiami kawasan itu, terutama masyarakat tani, sangat menaruh perahtiannya, mengingat selama puluhan tahun menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perkebunan. “Sayangnya, di daerah tersebut, tidak didukung infratuktur jalan yang memadai,” uajr Darwis, petani setampat.

Bacaan Lainnya

Apalagi jalan Seuneubok Lhong merupakan satu=satunya akses jalan ke Ibukota Kecamatan Jeumpa, maupun ke Bireuen. Tidak mengherankan, jika banjir melanda kawasan itu, warganya akan terkendala melewati jalan tersebut terutama anak-nak sekolah mulai tingkat SD sederajat -SLTP maupun SLTA mengingat tidak ada jalan lainnya untuk bisa menunju ke Bireuen maupun ke sekolah mereka.

“Sudah puluhan tahun nasib warganya luput dari perhatuian pejabat, terutama anggota DPRK Bireuen yang tidak pernah mengusulkan kepada Pemkab Bireuen, padahal mereka, terutama mereka dari Dapil Jeumpa-Juli, tentu lebih mengerti tentang nasib mereka. Ini Justru sebaliknya, pura-pura tidak tidak tahu, alasan Covid 19, padahal jalan tersebut sangat urgen, sehingga tidak ada alasan untuk tidak alasan untuk dikerjakan, di bandingkan di Kecamatana lainnya di Kabupaten Bireuen yang tetap dikerjakan walau di masa pendemi,” ungkap Sulaiman dengan nada berang

Sedangkan tokoh masyarakat Seuneubok Lhong, M Yusuf yang akrap di sapa Touke Arang, jalan Seneubik Lhoung seingatnya pernah dikerjakan sekitar 20 tahun lalu, yang kondisi saat ini sudah terkelupas habis biagian aspalnya. Padah jalan tersebut sangat vital dan mendesak bagi warganya, baik yang menjual hasil perkebunan maupun pertanian, terutama komuditi pisang ke Kota Bireuen, maupun anak sekolah yang ingin neuntut ilmu ke Bireuen dan sekitarnya

Menurutnya, kondisi Jalan yang seperti itu, dinilai puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan semakin diperparah kalau musim hujan tiba, yang membanjiri kawasan Gampong Paloh panyang dan saat musim kemarau, sehingga warga Sen=uneubok Lhong dan Kuta Meuligo, sebagian waga Paloh Panyang sukar melintasi jalan tersebut, belum lagi para patani yang akan memasarkan hasil pertanian dan hasil kebun, mengingat kondisi jalan yang seperti itu.

Menurutnya, jalan tersebut sudah pernah dibahas dalam beberapa kali Musembang, namun tidak pernah terealisasi, mengingat saat pembangunan yang selalu dialihkan ke daerah lain. “Sepertinya warga kami dipinggirkan dari perhatian pejabat di intansi terkait, seakan akan kebutuhan nya tidak mendesak, padahal public pun tahu, jika hasil bumi Seneubeubok Lhong salah satu kawasan penghasil bumi terbesar di Kabupaten Bireuen, seperti Komuditi Pisang maupun sayuran merupakan yang terbanyak dipasok dari Gampong tersebut. Namanya saja Musrembang, pantasnya “musyawarah mengambang” mengingat hasilnya selalu mengambang,” urai Touke Arang seraya mengatakan sudah capek mendengar janji-janji petualang politik di DPRA maupun di DPRK se masa kampanye lalu yang mengatakan akan dikerjakan dengan dana aspirasi dewan, nyatanya sampai sekarang jalan tersebut sudah hancur sudah hancur lebur..

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A gani, SH , M.Si yang ditanyai media ini, Rabu (21/10), tentang kebutuhan masyarakat akan jalan Seuneuboek Lhong, mengaku akan menyahuti keinginan warga di sana, namun berharap masyarakat untuk bersabar dulu, mengingat tahun ini, adanya rekofusing dana Covid 19 yang tidak terelakkan. Artinya yang sangat mendesak bagi masyarakat teruma kaum tani, dan anak –anak sekolah, yang okeh Pemkab Bireuen pasti memperhatikan yang memang menjadi kebutuhan masyarakat itu sendiri, ternasuk program pemkab lainnya seperti pemgadaan sepmor bagi bides yang bertugas di desa –desa terpencil, dalam ka upaten Bireuen yang memang masuk dalam visi misinua, maupun program yang pro rakyat, yang tentu menjadi prioritas Pemkab Bireuen. Untuk itu, terhadap jalan tersebut, pihaknya berjanji akan menyelesaikan secara bertahap, yang Insyaallah tahun 2021 akan terealisir sebagiannya, yang diharapkan pada tahun mendatang akan bisa dirampungkan seluruhnya. “Untuk tahun ini, bersabarlah, mengingat rekofusing dana covid 19 tidak terelakkan tahun ini, yang berakibat pembangunan banyak terkendala penganannya, yang mudah=mudahan corona virus cepat berakhir sehingga kita dapat melakukan pembangunan seperti diharapkan masyarakat banyak,” pinta Bupati Muzakkar

Camat Jeumpa, Tarmizi, SH yang ditanyai media ini, Jumat (23/10), sepengetahuanya ketika itu, jalan Seuneubok Lhong sudah pernah masuk musrembang dan sudah pernah dibahas, namun dia tidak tahu kenapa jalan tersebut, kemudian tidak jadi dikerjakan.“hanya saja, saat musrembang waktu itu, saya belum menjadi Camat Jeumpa,” ujar Camat Tarmizi.

Sementara Kadis PUPR Kabupaten Bireuen, Fadli Amir. ST yang ditemui media ini, seusai peringatan Hari Santri Nasional ke 6, Kamis (22/10) dengan singkat hanya mengatakan, jika memang jalan tersebut sudah pernah masuk dalam musrembang, tentu akan tidak terkendala dalam penanganannya kelak.”Yang penting sudah masuk dan dibahas dalam musrembang lalu, tentu tidak ada masalah lagi,” urainya.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait