Kadisdik Labuhanbatu Tegas: Pelatihan BCKS Harus Berbuah Perubahan Nyata di Sekolah

Medan, Bongkarnews.com:

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, SH, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Ahmad Yani, ST, MM, meminta seluruh peserta pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan kompetensi.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, ilmu yang diperoleh selama pelatihan harus dibawa pulang dan diwujudkan dalam bentuk aksi nyata serta perubahan yang dapat dirasakan langsung di lingkungan sekolah.

Pesan tersebut disampaikan Ahmad Yani saat membuka Pelatihan BCKS Kabupaten Labuhanbatu yang digelar di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) di Medan, Rabu (26/8/2026).

“Jangan sampai Bapak dan Ibu mengikuti pelatihan BCKS, pulang ke sekolah, kemudian semuanya berjalan seperti biasa tanpa perubahan. Setelah mengikuti pelatihan, harus ada proyek perubahan,” tegas Ahmad Yani.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan berbagai kebijakan pendidikan dapat diterapkan secara konkret di tingkat satuan pendidikan.

Karena itu, wawasan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata, baik dalam tata kelola sekolah maupun dalam peningkatan kualitas pembelajaran.

Pelatihan BCKS Kabupaten Labuhanbatu tersebut diikuti sebanyak 70 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ahmad Yani menekankan, keberadaan kepala sekolah harus mampu membawa perubahan positif di sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, keberhasilan seorang kepala sekolah tidak hanya diukur dari tertibnya administrasi, tetapi juga dari perubahan budaya, kualitas pembelajaran dan lingkungan sekolah.

“Selama menjadi kepala sekolah, harus ada perubahan yang dapat dilihat. Jangan sampai sekolah sekarang masih sama seperti ketika kita dulu bersekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Yani mengingatkan agar kepemimpinan kepala sekolah tidak hanya berorientasi pada persoalan administrasi.

Kepala sekolah, katanya, harus mengetahui bagaimana proses pembelajaran berlangsung, bagaimana guru mengajar, serta bagaimana pengalaman belajar yang diterima oleh peserta didik.

Ia juga mendorong agar seluruh lingkungan sekolah menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter siswa.

“Jadikan semua lingkungan satuan pendidikan yang terlihat oleh anak-anak itu menjadi kurikulum. Biar setiap hari anak-anak mendapat stimulasi nilai-nilai yang positif, baik kebersihan maupun pembiasaannya,” tuturnya.

Perhatian khusus juga disampaikan terkait keberadaan kantin sekolah.
Ahmad Yani meminta pihak sekolah memastikan makanan dan minuman yang tersedia bagi peserta didik memenuhi prinsip makanan sehat dan bergizi.

“Setiap makanan dan minuman yang masuk ke kantin harus dikurasi. Minimal selama pembelajaran di sekolah, selama enam hari itu, anak-anak makan dan minumannya sehat,” katanya.

Ahmad Yani berharap pelatihan BCKS tidak hanya menghasilkan sertifikat atau tambahan pengetahuan bagi peserta. Lebih dari itu, setiap peserta diharapkan mampu menyusun dan menjalankan proyek perubahan yang memberikan dampak nyata bagi sekolah.

“Biar benar-benar harapan dari kementerian melalui BCKS ini tercapai. Jangan hanya ikut pelatihan, pulang ke sekolah, kemudian biasa-biasa saja,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Kepala SD Negeri 08 Rantau Utara, Asnawati, S.Pd., menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk memperkuat kompetensi dan kemampuan dalam menjalankan tugas kepemimpinan di sekolah. Terlebih, dirinya telah hampir lima tahun menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.

“Dengan adanya pelatihan ini, pengetahuan dan keterampilan kami akan semakin kuat, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan pekerjaan di lapangan,” ujar Asnawati.

Ia optimistis berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.

Dengan demikian, pelatihan BCKS Kabupaten Labuhanbatu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengembangan kompetensi, tetapi menjadi titik awal lahirnya kepala sekolah yang mampu menghadirkan inovasi, memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan positif bagi peserta didik. (Zulkarnain)

Pos terkait