Jenazah Korban Kapal Tenggelam Tiba Di Rumah Duka

  • Whatsapp

Bondowoso,BN-  Warga Desa Kemirian, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang menjadi salah korban kapal tenggelam di Perairan Tanjung Bemban, Batu Besar, Kepulauan Riau, beberapa waktu akhirnya jenazahnya di pulangkan setelah dilakukan identifikasi.

“Pesawatnya tiba di Juanda Surabaya pukul 18.00 WIB dan keluar dari kargo pukul 20.00 WIB. Kami sedikit terlambat sampai di rumah duka, karena mengambil jalan memutar yakni lewat Jalur Pantura Situbondo,” kata Staf Lokal Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya, Imam Buchori di Bondowoso, Selasa.

Bacaan Lainnya

Ia mengemukakan bahwa jenazah TKI Malaysia bernama Kurdiyanto (40) warga Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, itu adalah salah satu korban kapal jenis “speadboat” yang tenggelam bersama seratusan TKI lainnya.

Imam menyebutkan, ada 10 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Malaysia yang meninggal dunia akibat kecelakaan laut yang terjadi di Perairan Tanjung Bemban, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, itu pada 2 November 2016.

“Dari 10 korban meninggal dunia di Jawa Timur, sudah kami antarkan jenazahnya ke rumah duka masing-masing dan juga termasuk disini. Tetapi masih ada tujuh korban meninggal lainnya yang sampai saat ini belum teridentifikasi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang korban selamat yang merupakan paman korban, Harianto (50) warga Desa Pejagan, Kecamatan Jambisari Darussholah, Bondowoso mengaku ketika kejadian hanya berjarak sekitar satu meter dari korban sebelum “speedboat” yang ditumpanginya terbalik.

“Saat peristiwa itu saya tidak melihat keponakan saya, dan saya selamat karena saat kapal terbalik menemukan drum kecil yang digunakan sebagai pegangan untuk mengapung hingga akhirnya ditolong oleh nelayan yang sedang melaut,” katanya.

Ia mengungkapkan, dirinya sudah seringkali keluar masuk Malaysiadengan menggunakan jasa ‘tekong’ atau perantara melalui jalur ilegal. Dan terakhir kali berangkat ke Malaysia, Hardiyanto bersama korban pada 27 November 2014. (TK)

Pos terkait