Gagal Total! 21 Jam Beradu Urat Syaraf di Islamabad, AS dan Iran Pulang Tanpa Kesepakatan!

ISLAMABAD | BONGKARNEWS — Ekspektasi dunia untuk melihat berakhirnya perang buntu antara Amerika Serikat dan Iran seketika menguap. Negosiasi damai maraton yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, resmi berakhir dengan kegagalan total setelah kedua belah pihak menolak untuk saling mengalah.

Wakil Presiden AS, JD Vance, dilaporkan telah angkat kaki meninggalkan meja perundingan dan menyatakan bahwa Washington telah memberikan penawaran terakhir yang paling maksimal.

Bacaan Lainnya

Titik Buntu: Siapa yang Bermain Api?

Atmosfer panas langsung terasa sejak awal perundingan tatap muka tingkat tinggi ini dimulai. Bukannya melunak demi perdamaian, kedua delegasi justru saling mengunci posisi dalam beberapa isu krusial yang tidak bisa dinegosiasikan:

Tuntutan Nuklir AS Ditolak Mentah-mentah: Delegasi Amerika Serikat bersikeras meminta komitmen hitam di atas putih bahwa Teheran tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir. Namun, hingga detik terakhir, AS mengaku tidak melihat adanya iktikad baik dari Iran untuk menyetujui poin tersebut.

Saling Klaim di Selat Hormuz: Jalur perdagangan minyak paling vital di dunia ini menjadi sengketa yang membakar emosi. Di saat militer AS mengumumkan mulai membersihkan ranjau laut di sana, pihak Iran justru menegaskan tidak akan membiarkan Selat Hormuz kembali ke kontrol sistem sebelum perang.

Iran Tuntut AS Hentikan Isreal: Pihak Teheran sejak awal menegaskan bahwa pembicaraan damai ini kehilangan makna dan mustahil berhasil jika sekutu AS, Israel, terus membombardir Lebanon selatan.

Balas Dendam Retorika: Trump Sebut “AS Tetap Menang”

Menanggapi kebuntuan di Islamabad, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan pernyataan yang sangat provokatif dari luar Gedung Putih. Trump secara blak-blakan mengaku tidak peduli apakah kesepakatan damai dengan Iran tercapai atau tidak.

“Apa pun yang terjadi di sana, kita tetap menang,” ujar Donald Trump dengan penuh percaya diri di hadapan para awak media.

Di sisi lain, media pemerintah Iran langsung melancarkan serangan balik dengan menuduh bahwa AS sedari awal memang sengaja mencari-cari alasan dan dalih yang tidak masuk akal hanya agar bisa kabur dan menggagalkan jalannya negosiasi di Pakistan.

Hingga berita ini diturunkan, tensi di Timur Tengah kembali memanas ke titik kritis. Gencatan senjata sementara selama dua minggu yang sempat disepakati sebelumnya kini berada di ujung tanduk tanpa kejelasan masa depan. Dunia kini hanya bisa menahan napas menunggu apakah eskalasi perang yang jauh lebih mengerikan akan segera meletus kembali.

Pos terkait