BIREUEN | bongkarnews.com –
Kadis Sosial Pemkab Bireuen Mulyadi SE MM dinilai telah melecehkan Lembaga DPRK Bireuen dengan melontarkan kata kata yang tak pantas terhadap anggota DPRK Partai Gerinda Bireuen Faisal Hasballah SE MSM dalam acara suatu rapat resmi antara legislatif dengan eksekutif belum lama ini di aula gedung DPRK Bireuen.
Kala itu, Kadis Mulyadi mengeluarkan kata bernada bentakan terhadap Faisal Gerindra, yang mencoba mengklarifikasi uraian penyampaian kalimat Mulyadi terkait data bantuan sosial dampak wabah covid – 19 dengan potongan kata kata “Iem Kah” (diam kamu), yang terdengar penuh intervensi atau bernada “keakuan”.
Karnanya, sejumlah anggota DPRK Bireuen yang tergabung dalam Fraksi Juang Bersama melayangkan surat kepada Plt Bupati Dr Muzakkar A Gani SH MSi dengan maksud dapat mengambil tindakan tegas terhadap sosok Kadis Sosial Bireuen yang terkesan begitu gampang menuturkan kata urakan kepada oknum dewan Bireuen.
Surat keberatan tertanggal 22 April 2020 itu disampaikan pihak legislatif Bireuen Fraksi Juang Bersama yang dibubuhi tanda tangan diantaranya oleh Wakil Ketua Fraksi Juang Bersama Zulfikar SE, Faisal Hasballah SE Seketaris, dilengkapi sejumlah anggotanya mencakup Tgk Razali Nurdin, Jasman SE, Muddasir, M Jafar serta Usman PKB.
Dalam surat peringatan dengan harapan Plt Bupati dapat mengambil tindakan terhadap sikap ‘egois’ Kadis Sosial Bireuen tersebut tertera beberapa poin antara lainnya, Fraksi Juang Bersama sebagaimana keputusan musyawarah tanggal 13 April 2020 yang dipimpin langsung oleh Ketua dan Wakil ketua DPRK Bireuen keras tersebut telah membahas surat masuk dari Sdr Faisal Hasballah SE MSM tentang keberatan atas sikap Kadis Sosial Mulyadi SE MM yang telah mengeluarkan kata tidak pantas dalam perjalanan rapat badan anggaran saat itu.
Dalam poin dua surat itu juga dinyatakan dalam keputusan musyawarah antar sesama anggota DPRK Bireuen Fraksi Juang Bersama pada tanggal 15 April 2020 mengambil sikap sangat keberatan terhadap action Kadis Sosial Mulyadi SE MM yang terkesan sangat menyepelekan keberadaan wakil rakyat dalam pemerintahan.
Dalam surat resmi anggota Fraksi Juang Bersama Faisal Hasballah sebelumnya juga telah menyampaikan kronologis kejadian yang klaim jika Mulyadi SE MM, mantan Kadis Perhubungan yang baru-baru ini dimutasi sebagai Kadis Sosial Bireuen itu telah sangat merendahkan martabat lembaga legislatif serta memojokkan dirinya dengan penuturan kata yang tidak pantas.
Kejadian tersebut sebagaimana ungkapan Faisal Hasballah berlaku pada tangga 9 April 2020 terjadi dalam sesion antara eksekutif dan legislatif dengan agenda utama, Sidang Proses Penganggaran Penanganan Covid-19 diruang Sidang Paripurna yang dipimpin langsung oleh sang Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Muktar.
“Jadi ketika saya mengajukan pertanyaan terhadap Mulyadi Kadis tentang jumlah penerima manfaat sesuai data yang ada, karena setau kami data jumlah penerima yakni 40.631 KK yang pernah dipaparkan itu belum begitu valid namun dianya menjawab dengan kata dan nada yang tidak pantas keluar dari seorang kepala dinas, dan persembahannya itu dipamerkan dalam acara sidang dewan terhormat,” demikian pernyataan Faisal Hasballah Gerindradengan intonasi sangat kecewa.
Lontaran kata Kadis Mulyadi yang sangat tidak mungkin diterima Faisal Hasballah karena terkesan sangat menyudut serta merendahkan posisinya sebagai salah seorang anggota dalam lembaga wakil rakyat Bireuen adalah kata sergahan “Iem Kah” (diam kau).
Oleh karena itu Faisal Hasballah melalui pimpinan DPRK Bireuen mengharapkan supaya persoalan yang dialaminya itu diteruskan kepada Bupati Bireuen untuk dipertanggungjawabkan. “Bila perlu jabatan Sdr Mulyadi itu digantikan dengan orang lain karena tidak mencerminkan sikap seorang kepala dinas dalam skala pemerintahan,” demikian kecam Faisal.
Sementara Kepala Dinas Sosial Pemkab Bireuen ketika diklarifikasi awak media menyangkut kisruh pribadinya dengan Faisal Hasballah via telepon genggamnya Jum’at petang 1 Mai 2020 mengakui jika dia memang pernah melontarkan uraian kalimat seperti apa yang diakui Faisal itu.
”Namun demikian duluan beliau yang melontarkan tuduhan negatif, terhadap saya,” begitu ucap Mulyadi tanpa meriwayatkan bentuk kata ‘tuduhan miring’
dimaksud.
(Roesmadi)






