3 Bulan Minyak kITA Langka di Palas, Warga Terpaksa Beralih ke Minyak Mahal

PADANG LAWAS | BONGKARNEWS – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita di Kabupaten Padang Lawas (Palas) telah memasuki bulan ketiga. Kekosongan pasokan yang terjadi sejak Februari 2026 ini kian menyulitkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Kondisi ini memaksa warga beralih menggunakan minyak goreng non-subsidi atau minyak curah yang harganya jauh lebih tinggi di pasaran. Hal ini menjadi beban tambahan di tengah melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Salah seorang pedagang pengecer, Ali Hasibuan (52), mengaku terakhir kali menerima pasokan Minyakita pada pertengahan Februari lalu. Ia juga mengungkap adanya praktik “syarat paket” dari pihak penyuplai sebelum barang benar-benar kosong.
“Terakhir dapat stok itu pertengahan Februari. Itupun harus sistem paket. Setiap beli satu kardus Minyakita, kami wajib membeli satu kardus minyak non-subsidi merek Palmata. Kalau tidak mau, pesanan kami tidak dilayani,” ujar Ali kepada media, Selasa (21/4).
Menanggapi hal tersebut, distributor resmi minyak goreng subsidi, Hotma Oloan Harahap, memberikan penjelasan melalui pesan singkat. Berdasarkan informasi resmi dari perusahaan, saat ini seluruh alokasi Minyakita dialihkan untuk program pemerintah.
“Sesuai email yang kami terima, seluruh pasokan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita saat ini diambil alih oleh Perum Bulog untuk mendukung program ketahanan pangan,” jelas Hotma.
Senada dengan itu, pihak PT Permata Hijau Indonesia selaku produsen Minyakita mengonfirmasi melalui saluran telepon bahwa saat ini distribusi minyak subsidi tersebut memang dipusatkan melalui satu jalur, yakni Perum Bulog.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar pasokan Minyakita kembali normal guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. (TIM)

Pos terkait