Bus ALS 147 Alami Kecelakaan Maut di Pasaman Barat

DUKA BERUNTUN ALS: Setelah Tragedi Maut di Muratara

 

Bacaan Lainnya

PASAMAN BARAT | BONGKARNEWS – Belum kering air mata atas tragedi kemanusiaan di Musi Rawas Utara (Muratara), duka kembali menyelimuti dunia transportasi bus Antar Lintas Sumatera (ALS). Pada Sabtu (9/5/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB, armada bus ALS nomor pintu 147 terlibat kecelakaan maut di kawasan Simpang Tiga Alin, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat.

Kronologi Kejadian di Simpang Tiga Alin

Kecelakaan ini melibatkan Bus ALS nopin 147 dengan plat nomor BK 7558 UA trayek Ujung Gading-Medan dengan sebuah sepeda motor Honda Beat. Menurut keterangan saksi mata di lokasi, benturan keras menyebabkan bus terperosok ke bahu jalan dalam posisi miring.

Akibat insiden ini, satu orang pengendara motor dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, terdapat dua korban lainnya yang mengalami luka berat dan satu orang dalam kondisi kritis tidak sadarkan diri. Seluruh korban segera dievakuasi oleh warga dan petugas kepolisian ke fasilitas kesehatan terdekat.

Rentetan Musibah:

Hanya Berselang 3 Hari dari Tragedi MurataraInsiden di Pasaman Barat ini menjadi sorotan tajam publik karena terjadi hanya berselang tiga hari setelah kecelakaan dahsyat yang melibatkan armada ALS nopin 346 di Muratara, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5/2026).

Dalam tragedi di Muratara tersebut, bus ALS yang bertabrakan dengan truk tangki BBM meledak hebat dan mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia. Rentetan kecelakaan maut dalam satu pekan ini memicu desakan publik agar pihak manajemen PT ALS dan otoritas terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan armada serta pengawasan operasional di jalur lintas Sumatera yang rawan.

Penanganan dan Penyelidikan

Hingga berita ini diturunkan, personil Satlantas Polres Pasaman Barat masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan arus lalu lintas yang sempat terganggu akibat proses evakuasi badan bus.Pihak kepolisian menghimbau kepada pengguna jalan, khususnya di jalur lintas barat Sumatera, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kontur jalan yang sempit dan berliku. Bagi keluarga korban, dapat menghubungi pihak kepolisian setempat atau kantor perwakilan ALS terdekat untuk keperluan koordinasi dan pengurusan santunan Jasa Raharja.

(Ramli Chan)

Pos terkait