Bupati Bireuen: MTQ Sebagai Wahana Mencetak Generasi Qur’ani

  • Whatsapp

Bireuen – Bupati Bireuen, menyebutkan, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qu’ran (MTQ), juga sebagai wahana mencetak generasi Qur’ani, ucap Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si saat membuka MTQ tingkat Kabupaten Bireuen tahun 2021, Senin (2/7) siang .

Lebih Jauh, bupati Bireuen mengatakan, generasi yang yang mencintai Al Quran, yang artinya, mencintai seni lagu dan tulisan Al-Qur’an, mencintai isi dan kandungan Al Qur’an, mencintai tuntunan pengamalan nilai dan ajaran Al-Qur’an serta mencintai kandungan budaya Islam yang terkandung dalam Al Qur’an itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Diharapkan, adanya kegiatan MTQ dapat membentengi generasi muda dari bahaya narkoba, yang merupakan musuh besar bagi umat manusia pada umumnya dan umat Islam khususnya. Di era modern, para generasi muda sangat mudah terpengaruh dengan barang haram seperti narkoba, obat terlarang dan judi online. “Mari kita rapatkan barisan untuk mencegah dan membasmi barang haram tersebut di bumi Kabupaten Bireuen,” pinta Bupati Muzakkar.

Penyelenggaraan MTQ ke-35, kali ini sangat berbeda dengan pelaksanaan MTQ sebelumnya. Karena, awal masa persiapan, sudah mengintruksikan kepada panitia pelaksana agar pelaksanaannya disesuaikan dengan protokol kesehatan di masa pademi Covid-19. “Tidak ada kerumunan massa, tidak ada pasar malam. Semua jenjang pelaksanaan saya harapkan benar-benar mengikuti protokol kesehatan,” papar Bupati Bireuen seraya mengimbau agar satpol PP/WH dan pihak keamanan dapat berpartisipasi aktif dalam menertibkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan MTQ dan Bupati Bireuen juga dukungan dari semua pihak agar pelaksanaan MTQ tidak melanggar protokol kesehatan.

Sebelumnya, Katua Panitia Pelaksana, Anwar, S.Ag melaporkan, pelaksanaan MTQ Ke-35 Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Bireuen merupakan ajang silaturrahmi qari-qariah, pelatih, official dan Dewan Hakim juga bagian dari syiar pelaksanaan syariat Islam. Tujuannya, menyeleksi calon peserta MTQ Tingkat Provinsi Aceh yang akan digelar pada bulan Nopember di Kabupaten Bener Meriah.

Cabang MTQ yang diperlombakan yaitu; Tilawah, Qiraat, Hifzil, Tafsir, Fahmil ,Syarhil, Khattil dan KTIQ (Karya Tulis Ilmiah Al-Quran). Dari 8 cabang tetrsebut terdapat 24 golongan perlombaan akan diselenggarakan di tiga lokasi terpisah. Pertama, di Komplek Masjid Agung Sulthan Jeumpa Kabupaten Bireuen ini akan diperlombakan 5 golongan yaitu, Tilawah Kanak-kanak putra/putri, Tilawah Remaja putra/putri, Tilawah Dewasa putra/putri, Cacat Netra Putri dan Syarhil Quran Putra/Putri dengan jumlah peserta dilokasi ini 196 orang

Lokasi kedua dilaksanakan di Komplek SKB Cot Gapu Bireuen akan diperlombakan 17 golongan yaitu Qiraah Shab’ah Mujawwad Remaja Putra/Putri, Qiraah Shab’ah Mujawwad Dewasa Putra/Putri, Qiraah Shab’ah Murattal Remaja Putra/Putri dan Qiraah Shab’ah Dewasa Putra/Putri, Tartil putra/putri, Tafsir Bahasa Arab Putra/Putri, Tafsir Bahasa Inggris Putra/Putri, Tafsir Bahasa Indonesia Putra/Putri, Hifzil 1 Juz Putra/Putri, 5 Juz Putra/Putri,10 Juz Putra/Putri, 20 Juz Putra/Putri dan Hifzil 30 Juz Putra/Putri.

Di Komplek SKB juga akan diperlombakan, Khattil Quran Naskah Putra/Putri, Khattil Quran Dekorasi Putra/Putri, Khattil Quran Mushaf Putra/Putri dan Khattil Quran Kontemporer Putra/Putri. Jumlah peserta dilokasi kedua mencapai 280 orang. Lokasi ke tiga di Komplek Kampus IAI Al-Muslim Aceh di Paya Lipah Kecamatan Peusangan. di perlombakan 2 cabang yaitu KTIQ (Karya Tulis Ilmiah Al-Quran) Putra/Putri dan Fahmil Quran Putra/Putri, yang jumlah peserta di lokasi tersebut 113 orang.

Jumlah peserta MTQ ke 35 Tingkat Kabupaten Bireuen seluruhya sebanyak 589 orang, 51 official dari 17 kafilah/kecamatan, 24 golongan perlombaan dari 8 cabang MTQ. Panitia, sebutnya, tidak menyediakan penginapan bagi peserta dan official untuk menghindari kerumunan dan pengumpulan massa di seputaran kota Bireuen. Panitia, akunya, hanya menyediakan 1 unit mini bus untuk masing-masing kafilah/kecamatan sebagai sarana transportasi antar jemput (pulang-pergi) peserta/official sesuai jadwal tampil saja.

Untuk menghindari kerumunan penonton dilokasi MTQ, mulai hari ini panitia melakukan live streaming (siaran langsung) melalui radio swasta lokal getsu FM dan Sonya Manis Bireuen juga Radio Diraja FM Simpang Mamplam

Mengingat Pelaksanaan MTQ kali ini, masih dalam suasana pademi covid-19, yang jauh-jauh hari panitia pelaksana sudah merencanakan dengan mengikuti protocol kesehatan yang ketat. MTQ dilaksanakan hanya pada siang hari mulai pukul 08.00 WIB -17.00 Wib. “Tidak dilaksanakan pada malam hari untuk menghindari timbulnya pasar malam dan pengumpulan massa penonton yang lebih besar,” ucap Anwar, S.Ag yang juga Kadis Syariat Islam Kabupaten Bireuen.

Turut hadir pada saat pembukaan, Ketua DPRK Bireuen, Unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, Abu, Teungku dan Para Alim Ulama , Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen; Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang berhadir; Panitia Pelaksana, Para Dewan Hakim, Pelatih, Official, Tim Pendamping dan Peserta.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait