Tebing Tinggi I bongkarnews.com-Walikota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM meresmikan Mobile Laboratorium PCR PT Sri Pamela Medika Nusantara bertempat di Pelataran Parkir RS Sri Pamela Tebing Tinggi, Rabu (18/8/2021).
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dr Aris Yudhariansyah, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Agus Sugiyarso, S.IK, Kajari Sundoro Adi, Direktur RS Sri Pamela DR. dr. Beny Satria dan unsur pimpinan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut Walikota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan rasa syukur mobil PCR Swab ini sudah ada di Kota Tebing Tinggi, sehingga dalam melakukan swab test itu tidak perlu jauh-jauh.
“Sebelumnya kita minimal harus ke Pakam atau ke Kota Medan, bahkan waktunya lama sampai 2 atau 4 bahkan pernah sampai 7 hari baru hasilnya keluar. Dengan adanya mobil ini, Insyaallah dalam waktu 4 jam akan keluar hasilnya,” ujar Umar Zunaidi.
Walikota juga mengatakan hal ini tentu mempermudah bagi dokter atau tenaga medis kita dalam mengambil diagnosa terhadap pasien. Konflik-konflik yang selama ini bahwa pasien itu Covid apa tidak, Insyaallah akan selesai dengan adanya mobil ini, imbuhnya.
Namun Umar Zunaidi Hasibuan mengingatkan bahwa mobil ini bukan obat, namun mobil ini adalah alat untuk membantu menegakkan diagnosa. Yang menjadi paling penting dihulunya tentu protokol kesehatan dijaga.
“Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumun itu yang paling penting,” tegas Umar.
H Umar Zunaidi Hasibuan turut menegaskan, harga untuk biaya pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) atau Tes Swab harus sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat. Hal ini tentu berlaku bagi warga yang ingin memeriksaan PCR secara mandiri.
“Kalau ada yang melampaui harga standar tersebut untuk mandiri, kita akan proses hukum, terutama calo, mari sama-sama kita awasi. Namun kalau dia protokol Covid maka biayanya akan ditanggung negara,” sebutnya.
Dalam pengoperasiannya, mobil ini bisa memeriksa sampai 300 sampling, dan biayanya untuk pemeriksaan mandiri sesuai dengan ketentuan pemerintah, yaitu standar dari Presiden dan Menkes, tutup Walikota.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah menjelaskan, Mobil Lab PCR yang seperti ini baru satu ada di Sumut, kalau PCR Mobile di Sumut sudah banyak dan beberapa Kabupaten/Kota sudah memilikinya.
“Namun, kalau bicara kebutuhan tentu mobil PCR masih kurang untuk Sumut, kita berharap setiap Kabupaten/Kota memiliki mobil PCR test,” jelasnya.
Direktur RS Sri Pamela DR. dr. Beny Satria juga menjelaskan, Kota Tebing Tinggi belum ada PCR, baik berbentuk laboratorium maupun yang mobile. Kebetulan kita daerah perkebunan dan memang sangat luas dan sulit dijangkau oleh masyarakat, maka mobil ini sangat diperlukan.
“Hari ini peresmian mobil PCR Lab Test seperti ini ada 3 se Indonesia yang serentak hari ini diresmikan yakni, di Jambi, DKI dan kita di Sumut. Mobil ini tentunya berbahan baja, anti peluru dan anti bom. Tetapi standar yang terpenting adalah Mobile Laboratory Biosafety Level 2 (Mobile Lab BSL-2) ini sesuai standar WHO dan Kemenkes, ujar dr Beny Satria.
Berdasarkan keterangan Presiden Joko Widodo dimedia, meminta agar biaya pemeriksaan PCR diturunkan menjadi Rp.450 – 550 ribu. Dengan penurunan biaya ini pemerintah pusat berharap masyarakat dapat memperluas dan meningkatkan strategi tes, telusur dan tindak lanjut (3T) sebagai upaya pengendalian pandemi Covid-19. (Rst)





