Rokan Hilir ( BN ) – Kinerja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rokan Hilir (Bapenda Rohil) kembali disorot publik menyusul dugaan lemahnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 13 Mei 2026.
“Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada terhambatnya pergerakan pembangunan fisik maupun nonfisik di daerah. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengeluhkan terhentinya aktivitas operasional akibat belum cairnya dana GU (Ganti Uang) yang menjadi penopang operasional harian.
“Menurut keterangan dari sejumlah OPD Rohil pada Rabu, 13 Mei 2026, pembayaran GU sebagai “jantung” operasional kantor belum memiliki kepastian. “Operasional kantor hingga kini belum jelas pembayarannya,” ujar salah satu pihak OPD.
“Situasi ini diperparah dengan minimnya PAD yang seharusnya menopang beban keuangan Pemkab Rokan Hilir. Banyak kegiatan di OPD terpaksa dikurangi atau ditunda, sehingga roda pemerintahan dinilai nyaris lumpuh.
“Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bapenda Rohil belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait rendahnya PAD dan dampaknya terhadap keuangan Daerah. ( Tr001 )





