Rawan Petaka, Gedung Dua Lantai SMPN I Samalanga Minta Dirobohkan

BIREUEN | BN – Pihak Sekolah melalui Kasek SMPN I Samalanga Kabupaten Bireuen Jailani Spd mengatakan dalam areal komplek sekolah tingkat menengah yang ia pinpin terdapat gedung beton dua lantai dan empat ruang  belajar  yang sudah sudah tidak layak pakai dan kini mengundang petaka karena rawan terjadinya ambruk.

Selain diharapkan melalui instansi terkait dikabupaten, kepedulian juga diharapkan kepada pengusaha-pengusaha daerah yang sedang menyumbang alat berat terutama sejenis beaccho  dikawasan Samalanga untuk melakukan pembersihan puing bangunan imbas gempa yang memaksa duka warga se-nusantara 7 Desember 2016.

Salah seorang pengajar senior di Kecamatan Samalanga ini menyampaikan harapannya selain terhadap dinas pendidikan kabupaten, juga kepada unsur sejumlah rekanan yang kini sedang peka dengan kegiatan sosial hingga menyumbang alat beratnya untuk membantu mengantisipasi puing runtuhan bangunan dari imbas kejadian gempa sejumlah titik kawasan Kabupaten Pidie Jaya dan Kecamatan Samalanga .

Menurut Jailani, yang kondisi gedung dimaksudjuga sempat di aplout via medsos akun pribadinya “Jailani Idris”, gedung kontruksi permanen yang sudah dilakukan penghapusan aset tersebut kini kondisi tiang  dinding betonnya itu sudah Nampak keropos karena usia. Bangunan tersebut dibangun oleh pemerintah daerah sejak puluhan tahun silam, malah mulai terlihat keropos pasca terendam tsunami tahun 2004 lalu.

Kekokohannya semakin diragukan menyusul terjadinya gempa berkekuatan 6,5 skala ritcher yang telah meluluhlantakkan sejumlah bangunan permanen di Kabupaten Pidie Jaya dan kawasan kecamatan ujung barat Kabupaten Bireuen 7 Desember 2016.

“Bangunan permanen yang sudah usang tersebut malah sudah dilakukan penghapusan asset tahun 2015 lalu. Demi keamanan kami sudah enggan memfungsikannya unt7uk rutunitas belajar-mengajar,” aku Kasek tingkat menengah ditengah kota kecamatan “kota santri” Samalanga tersebut.

Karna itu pihak sekolah meminta dirobohkan sebelum hal tak terduga terjadi, seperti halnya yang berlaku terhadap bangunan pertokoan yang roboh Jumat 9 Desember 2016 dua hari pasca gempa yang sempat menghebohkan nusantara hingga dikunjungi Presiden Joko Widodo Jumat 9 Desember 2016 lalu. (Roesmady)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *