Sitename

Description your site...

Petani Cabe Binaan PT.IKPP Kampung Langsat Permai Panen Raya

Petani Cabe Binaan PT.IKPP Kampung Langsat Permai Panen Raya

SIAK (BN)- Petani cabai dari RT 01 RW 03 Kampung Langsat Permai, Kecamatan Bungaraya, Siak, Riau,  merasa bersyukur karena dirinya telah berhasil membudidayakan tanaman cabe di kebunnya berkat binaan dari CSR PT IKPP. Bahkan saat ini mareka sudah menikmati hasil berlipat-lipat ganda hasil panennya.

Beberapa minggu  yang lalu para petani cabai asal Langsat Permai ini dalam setengah hektare tanaman cabe miliknya sudah menghasilkan sekitar 4ton atau sekitar Rp 100 jutaan lebih, padahal itu baru dipanen  9 kali panenan dan masih 16 kali lagi panenannya.Hal ini menjadi perhatian dari pihak PT IKPP untuk terus membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian dalam sektor pertanian.

Afif, petani asal Kampung Langsat Permai kepada Bongkarnews.com  Selasa (10/10). Ia mengaku merasa cukup terbantu dengan adanya binaan dari CSR PT IKPP yang selama ini telah membantu modal usaha tanpa bunga sedikitpun, bahkan bantuan dana tersebut diberikan jangka waktu dua tahun untuk dikembalikan lagi.

“Alhamdulilah hari ini saya sudah berhasil membudidayakan tanaman cabe hingga menghasilkan ratusan juta rupiah atau mendapatkan sekitar 4 ton cabe. Ini semua berkat bantuan dan binaan dari CSR PT IKPP dan pemerintah,” ungkapnya dengan penuh gembira.

Setelah panen cabai, Afif terus memperdalam cara-cara tanam cabai yang baik dan benar yang diajarkan oleh CSR PT IKPP dan dari Dinas Pertanian Siak. Yang lebih membuat hatinya bahagia, saat ini dirinya sudah siap panen cabe miliknya seluas 1/2 hektare dengan harga yang lumayan standar dan tidak anjlok.

“Kami sekarang sudah siap panen yang ke 9 kalinya, dan mudah2an untuk ke 10 sampai ke 25 kalinya dalam memanen cabe ini bisa terus meningkat. Tentunya kami berharap bantuan dana dari CSR PT IKPP bukan sampai di sini saja. Kalau bisa terus berlanjut agar kami bisa terbantu untuk mengembangkan usaha kami di bidang pertanian ini,” ungkapnya.

Afif mengaku, biaya pengolahan hingga perawatan dan lain-lain menjelang tanaman cabai bisa dipanen, dalam setengah hektare membutuhkan biaya modal sekitar Rp 30 sampai Rp 40 juta.

“Modal kita sekitar 30-40 juta untuk menanam cabe ini, dan kalau tak ada halangan atau gangguan hama, tanaman cabe  bisa persetengah hektare-nya mencapai 300 juta  lebih. Tapi itu semua tak semudah membalik telapak tangan, dan butuh kerja keras dalam perawatannya. Dan syukur Akhamdulilah kita dapat lagi bantuan dana dari ikpp sebesar 15juta,”ungkapnya.

Sementara itu Penghulu Kampung Langsat Permai Pujianto mengucapkan terima kasih atas bantuan dari CSR PT IKPP kepada petani di wilayahnya seraya  berharap kerjasama yang baik dalam meningkatkan hasil pertanian di Kecamatan Bunga Raya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari CSR PT IKPP kepada petani kami, mudah-mudahan berkat kerjasama yang baik hasil pertanian di Bunga Raya dapat meningkat,” tuturnya.

Pimpinan CSR PT.Indah Kiat melalui Murseno yg di dampingi oleh Rappel Karo-karo dan Ernawati mengatakan, bahwasanya Petani binaan CSR PT.IKPP ini memang sudah sangat teruji sekali karena yang sekarang ini adalah panen cabe yg ke2.

“Sebelumnya beliau (Petani) ini pernah juga berhasil bercocok tanam cabe, tapi untuk periode sekarang ini dengan lahan 1/2 Ha baru 9 x Panen sudah mencapai 4 ton hasil panenya, maka kami hasil kunjungan dan monitoring ini mengucapkan slamat dan sukses slalu utk petani kita dan smoga dgn program CSR ini dapat membantu petani kita utk dapat meningkatkan perekonomian pendapatan dari binaan CSR IKPP dan ini kepedulian dari team kita,”pungkas Murseno.(Sugianto)

 

banner 468x60