Sitename

Description your site...

Pemilik Beceng Tak Berizin Di Bekuk Anggota Polres Siak di Kandis

Pemilik Beceng Tak Berizin Di Bekuk Anggota Polres Siak di Kandis

SIAK (BN)- Pemilik Beceng (Pistol) BH (18 tahun) warga Kampung Kandis Godang, Kecamatan Kandis, terpaksa dilumpuhkan pihak kepolisian Polres Siak  lantaran ketika dalam penangkapan melakukan perlawan.          Pistol yang dimiliki tersangka adalah peninggalan dari orang tuannya yang sudah meninggal dan akan dijual.

Dalam hal ini dibenarkan Kapolres Siak, AKBP Barliansyah SIK, kepada awak media, bahwa Unit Reskrim Polsek Kandis telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang memiliki senjata api rakitan pada hari Senin (9/10), sekira pukul 21.00 WIB.

“Tersangka diamankan di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri Km. 80, Kelurahan Kandis, Kecamatan Kandis,”ujar kapolres.

Terungkapnya kasus ini menyusul adanya informasi yang didapat oleh Tim Opsnal Polsek Kandis yang mengatakan, bahwa tersangka pelaku akan melakukan transaksi menjual senjata api.

Tak lengah lagi, Tim Opsnal Reskrim Polsek Kandis melakukan penyelidikan, di dapat informasi bahwa tersangka berada di TKP penangkapan.

“Tim opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kandis, AKP M Simanungkalit, langsung saja melakukan pengepungan. Saat itu tersangka berusaha melarikan diri sambil berusaha mengeluarkan benda yang di duga senpi dari dalam tasnya. Melihat kondisi ini membuat Tim Opsnal memerintahkan tersangka berhenti dan Bripka Goklas Tobing memberikan peringatan dengan cara melakukan penembakan ke atas sebanyak 1 kali, tetapi tersangka tetap tidak menghiraukan tembakan tersebut. Karena diduga akan membahayakan personel yang melaksanakan penangkapan, Bripka Frangky Jimmi melakukan penembakan ke arah kaki tersangka dan mengenai paha sebelah kanan kira-kira 5 cm di atas dengkul,”jelasnya.

Tersangka tetap melarikan diri dan bergumul dengan Brigadir Hendrio hingga akhirnya tersangka dapat diamankan ke Polsek Kandis bersama seorang orang saksi teman tersangka.

Begitu tas tersangka dibongkar polisi, ditemukan senjata api rakitan yang terbungkus plasti warna hitam beserta amunisi

“Ketika dilakukan pemeriksaan, tersangka mengatakan bahwa senpi rakitan tersebut diperoleh dari almarhum ayah kandungnya yang sudah meninggal satu tahun yang lalu,” ujarnya.

Terkait kondisi luka tersangka mengalami tembak pada paha kanan, tembus dan tidak mengenai tulang paha, saat ini tersangka dalam keadaan sadar.

Lebih lanjut  Barliansyah mengatakan, bahwa tersangka dikena Pasal 1 undang Undang Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana 20 tahun.

Selain polisi berhasil mengamankan satu pucuk senpi rakitan warna hitam, gagang plastik warna coklat mirip jenis revolver dengan lobang silinder sebanyak 6 buah dan di dalam silinder di temukan 1 cartridge kuningan, juga mengamankan tas sandang warna biru terbuat dari kain yang berisikan 9 butir cartridge yang di ujungnya tertempel peluru jenis senapan angin, dan 1 batang besi bulat padat sepanjang 15 cm.

“Usai menangkap tersangka, polisi melakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan rumah tersangka di Km 84, Kampung Kandis. Di rumah tersangka ini polisi berhasil mengamankan, satu pucuk benda mirip senjata api yang terbuat dari plastik warna hitam, 52 butir cartridge kuningan yang di ujungnya ditempelkan jenis peluru senapan angin,”jelasnya lagi.

“Selain itu juga diamankan 104 butir Cartridge kuningan merek Super Fix PL 22 yang berisi mesiu, 1 kotak peluru senapan angin yang terbuat dari timah, 200 butir peluru senapan angin yang terbuat dari timah,”pungkasnya (Sugianto)

banner 468x60