SIAK(BN)- Dalam pencairan tahap 1, Program Keluarga Harapan Bungaraya mendapat bantuan sebesar Rp.500.000, dan di karenakan ada salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sakit mata dengan gejala syaraf yang akan mengakibatkan kebutaan dan harus segera di operasi, maka masyarakat yang menerima bantuan dana dari PKH melakukan iuran dengan suka relawan.
“Memang ada salah satu masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) saat ini sedang sakit mata dengan gejala saraf yang sangat berbahaya, sehingga ia di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siak, namun pihak RSUD Siak tidak sanggup, terus di rujuk ke RSUD Pekanbaru, sampai di Pekanbaru tidak sanggup juga karena terkendala alat. Terakhir pasien di rujuk ke RS. Eka Hospital, tapi di sayangkan di RS.Eka Hospital harus menunggu hingga 3-4 bulan, atau jika mau cepat harus bayar 40juta,”jelas Suratno, Pendamping PKH Kecamatan Bungaraya kepada Bongkarnews.com, Jumat (16/02/2018).
Suratno juga mengungkapkan bahwa, berdasarkan informasi jika menunggu pihak BPJS akan memakan waktu sampai 3-4 bulan, dengan alasan karena sedang membludak pasien BPJSnya. Untuk itu pendamping PKH Bungaraya ini mengambil tindakan dengan PKH untuk saling berbagi dan membantu meringankan beban pasien yang senasib seperjuangan.
“Mengingat saudara kita lagi terkena musibah, maka dari itu kami bermusyawarah dengan PKH untuk saling berbagi, dan kita juga sampaikan bahwa berbagi tidak harus menunggu kita kaya, karena harta tidaklah mungkin berkurang dengan sedekah. Alhamdulillah para penerima bantuan dengan antusias menyambut usulan saya, dan mereka iauran seikhlasnya untuk membantu pasien ini, dan terkumpul dana iurannya sekitar Rp.4.811.000,”jelas Ratno, laki-laki jangkung yang ramah tamah itu.
Ketika ditanya, berapa jumblah penerima bantuan PKH di Bungaraya, ia menjawab 208 orang.”Sekitar 208 orang Keluarga Penerima Manfaat ini dengan suka rela memberikan hartanya untuk membantu pasien yang sama-sama sebagai KPM Kecamatan Bungaraya, saya berharap iuran ini dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban pasien sekeluarga,”harapnya.
Sementara itu Tarman, salah satu KPM mengucapan terima kasih kepada pemerintah yang sangat memperhatikan masyarakat yang kurang mampu. Ia berharap program bantuan ini bisa terus berlanjut.
“Kami sebagai penerima bantuan sangat bersyukur karena walaupun kami orang tak mampu, namun kami bisa saling berbagi walau hanya sedikit, semoga sumbangan dari kami yang tak seberapa ini dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban keluarga pasien,”pungkasnya (Sugianto)





