Kades Lubuk Bendahara Programkan Usaha Menabung Sampah Jadi Uang

Rokan Hulu -BN.

Kepala Desa (Kades) Lubuk Bendahara, Kecamatan Ujung Batu, kabupaten Rokan Hulu Yusro Fadli memprogramkan, menabung sampah bisa menghasilkan uang melalui Bank Sampah yang akan didirikan tahun ini.

Keberedaan Bank Sampah di Dusun Siki Desa Lubuk Bendahara, akan mengelola sampah organik dan non organik secara rutin. Seluruh sampah yang selama ini jadi permasalahan di tengah masyarakat akan diubah jadi pundi-pundi rupiah, yang dikelola melalui Bank Sampah.

Ide cemerlang Kades Lubuk Bendahara, Yusro Fadly, sebagai langkah awal Kades muda  dalam mengubah sampah di lingkungan masyarakat, untuk bisa menghasilkan uang. Bukan hanya itu, melalui sampah kedepannya di desa mereka juga akan menjadi nilai ekonomis dan bisa membantu ekonomi masyarakat “katanyal

Kepada wartawan media ini saat ditemui di Ruang kerjanya selasa (13/02/18) Fadli Menuturkan bila selama ini sampah hanya dibuang percuma,maka kita akan memberdayakan sekelompok masyarakat untuk bisa mengolah sampah organik menjadi kompos di Bank Sampah. Kemudian sampah non organik nantinya dikelola menjadi barang yang bermanfaat, sehingga dari sampah nantinya bisa menghasilkan uang,” katanya”

“Dari dana APBN 2018, di Rohul dapat bantuan bank Sampah untuk dua desa anggaran Rp275 juta satu paket, yakni Desa Lubuk Bendahara serta satu paketnya lagi di desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah. Bantuan itu, berupa bangunan dan mesin pengolahan sampah. Untuk sampah organik jadi kompos sedangkan non organik diolah untuk komersil,” sebut Kades Fadli lagi.

Desa sendiri menghibahkan areal  seluas 20 kali 30 meter untuk bangunan, dan nantinya  Bank Sampah dikelola 5 sampai 7 orang. Masyarakat dengan adanya Bank Sampah, mereka bisa menabung sampah. Kemudian, masyarakat bisa mendapat tambahan masukan dari sampah.

“Intinya mengolah sampah jadi berkah, dan mengolah sampah jadi rupiah,” ungkap Kades  Fadli.

Menurutnya,kini alat untuk pengelolaan sampah dan pembangunan Bank sampah masih tahap lelang. Menurutnya, peluang itu sangat bagus dan pihak desa akan membuat programnya dengan melibatkan seluruh elemen yang ada.

Setiap sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, nantinya di catat dan dibayar oleh Bank Sampah. Secara langsung, masyarakat nantinya dijadwalkan membuang sampah mulai pagi hingga malam hari, kemudian pagi harinya petugas bank sampah yang menjemput dan mencatat sampah yang dihasilkan masyarakat.

“Bisa saja nantinya, sampah yang dihasilkan masyarakat dibayarkan untuk angsuran BPJS kesehatan masyarakat, bisa juga uang tunai. Hanya saja, nantinya kita akan sosialisasikan ke masyarakat, dan membuat programnya sehingga pengelolaan sampah di desa kita memang bisa benar-benar menghasilkan uang,”

“Juga, nantinya kita akan libatkan TP PKK desa untuk mengelola sampah rumah tangga dan lainnya untuk kerajinan tangan, seperti tas, dompet, aksesoris dan bentuk lainnya yang juga nantinya memiliki nilai ekonomis dan menghasilkan uang. Kita akan berupaya, bagaimana konsep Sampah Jadi Uang bisa terlaksana nantinya. Namun, ini semua butuh dukungan masyarakat dan seluruh elemen yang ada,” harap Fadli, yang juga alumni Universitas Pasir Pangaraian (UPP).

Pihaknya kini tengah merancang persiapan metode pelaksanaan program, dengan membentuk tim untuk melakukan sosialisasi penyuluhan atau strategi pasar, agar nantinya mencapai hasil yang diharapkan. Kemudian, melakukan survei pasar, di tahap ini juga diperlukan daya analisa yang kuat untuk mengetahui potensi pasar yang masih belum tersentuh sehingga kita dapat mempelajarinya sebagai masukan dalam usaha Bank Sampah.***( Samri P)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas