Aceh Utara | BN – Jembatan Penghubung dua desa yaitu Alue Ie Tarek dan Matang Lawang Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara Sangat memperhatinkan (15/01/2018).
“Jembatan tersebut mulai rusak tahun 2001 hingga sekarang, sampai saat ini belum ada perhatian pemerintah Aceh Utara.” Kata Geuchik Alue Ie Tarek Azhari pada awak media Bongkarnews.com
Dia menambahkan, selama ini kami yang ada di Alue Ie Tarek dan Matang Lawang sangat membutuhkan jembtan itu, karena jembatan itu akses bagi masyarakat dan anak sekolah dasar yang ada didesa kami.
” Jembatan itu akses yang paling utama yang ada didesa kami.” Imbuhnya.
Lanjut dia, Kalau jembatan itu tidak segera diperhatikan oleh pemerintah setempat, kemungkinan sekolah yang ada didesa tetangga itu bakal gulung tikar, dikarenakan anak – anak yang bersekolah disitu akan mencari sekolah lain.
Dia menambah lagi, selama jembatan tersebut rusak kami sudah lima kali membuat jembatan darurat dan jembatan darurat yang kami buat cuma bisa lewat kenderaan roda dua, sedangkan roda empat tidak bisa lewat.
“Sudah banyak masyarakat yang melewati jembatann itu jatuh kerawa – rawa.” Sebutnya.
Dia mengharap pada Pemerintah Provinsi Aceh dan Aceh Utara, agar sudinya merealisasi jambatan itu pada tahun 2018 ini kedesa kami. Karena jembatan itu rusak lebih kurang 16 tahun dan sampai hari ini belum ada perhatian khusus dari pemerintah setempat.
“Realisasikan jembatan untuk desa kami agar perekonomian masyarakat lancar dan anak sekolah pun mudah untuk pergi sekolah.” Pungkasnya.
Safrijal siswa SDN 14 Baktiya saat pulang sekolah dari jembatan rusak itu dijumpai oleh awak media ini mengatakan, saya sudah dua kali jatuh dari jembatan itu dan teman – teman saya juga ada yang jatuh diakibatkan lantai darurat jembatan sudah lapuh dan rusak parah.Bebernya.
Kepala Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang Edi Anwar, MT melalui Kabid Bina Marga Muhammad, ST.MT saat dihubungi oleh media ini mengatakan, saya sudah dua kali turun kelokasi jembatan itu, tapi saya tidak bisa bilang apa – apa dikarenakan tidak ada kas di daerah Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2018 ini dan saya tetap menapung aspirasi masyarakat.
“Insyaallah saya akan usulkan pada pemerintah daerah pada tahun ini.”Pungkasnya. ( Sayed Fauzi ).





