Bupati Singkil Tinjau Kerusakan Jembatan Handel - Bongkarnews

Sitename

Description your site...

Bupati Singkil Tinjau Kerusakan Jembatan Handel

Bupati Singkil Tinjau Kerusakan Jembatan Handel

PDA

ACEH SINGKIL-BN.

Bupati Aceh Singkil Dulmusrid beserta rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap kerusakan Jembatan Handel di Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Jumat (5/1/2018).

Ikut mendampingi Bupati Aceh Singkil diantaranya, Anggota Komisi II DPRK Aceh Singkil, Aminullah Sagala, Kadis Informatika Aceh Singkil, Ahmad Rifai, Kadis Perhubungan Aceh Singkil, Edy Hartono, Kadis PUPR Aceh Singkil, Mujni, Camat Singkohor, Ahmad, Menejer PT.Nafasindo, Malik, Humas PT.PLB, Hadi Sukoco, Perwakilan PT. RPP dan Kepala Pos Lantas Rimo, AIPDA Rizaldi.

Pantauan, Jembatan Handel atau Jembatan Penghubung antara Kecamatan Gunung Meriah dengan Kecamatan Singkohor dan Kuta Baharu mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian lantai dan sangat mengancam akan keselamatan para pengguna jalan.

Disela sela kunjungan, Bupati Aceh Singkil mengatakan, kerusakan lantai Jembatan Handel akan segera diperbaiki, dimana untuk biaya yang ditimbulkan dari perbaikan tersebut dibebankan kepada empat perusahaan.

Keempat perusahaan dimaksud yaitu, PT Perkebunan Lembah Bakti II, PT Napasindo, PT Runding Putra Persada , dan PT Ensem Lestari. Dan kerusakan lantai jembatan Handel Rimo tersebut mulai dilakukan perbaikan pada Sabtu 6 Januari 2018.

“Keempat perusahaan ini sudah komitmen untuk patungan dana guna melakukan perbaikan terhadap kerusakan lantai Jembatan Handel Rimo,” kata Bupati yang ikut didampingi perwakilan perusahaan dan Kadis yang terkait.

Ia juga mengharapkan, agar kerusakan lantai jembatan Handel Rimo secepatnya dilakukan  perbaikan, sehingga arus transportasi kembali lancar.

Menurutnya, pagi tadi pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama dengan empat pimpinan/perwakilan  perusahaan yang berlangsung di kantor Bupati dengan tujuan untuk mencari solusinya.

Intinya dalam mediasi yang dilaksanakan tersebut, keempat perusahaan telah sepakat untuk memperbaiki kerusakan lantai jembatan secara patungan.

“Dalam rapat tadi, hanya dari perwakilan PT Ensem Lestari tidak ikut berpartisipasi, dikarenakan para petingginya semua sedang berada di Medan, namun mereka telah sepakat apapun hasil yang dicapai dalam rapat koordinasi tadi,” jelas Dulmusrid.

Terpisah, Menejer Perusahaan PT. Nafasindo Kabupaten  Aceh Singkil, Malik Rusdy menjelaskan, untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan lantai Jembatan Handel Rimo, diperkirakan akan menelan biaya mencapai 100 juta rupiah.

“Kerusakan pada lantai jembatan Handel Rimo ini sudah cukup parah, diperkirakan ada sekitar 40 meter yang harus dilakukan perbaikan secara permanen, dan untuk biaya yang ditimbulkan secara pasti saya tidak tahu, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” sebut Malik.

Sementara itu, Humas PT. PLB Kabupaten Aceh Singkil, Hadi Sukoco menambahkan, dalam rapat Koordinasi  yang digelar diruang rapat Bupati Aceh Singkil telah disepakati jika keempat Perusahaan telah sepakat untuk patung – patungan dana guna memperbaiki kerusakan lantai Jembatan Handel Rimo.

“Kerusakan Jembatan Handel Rimo ini sudah cukup parah, dan Ini sudah sangat darurat, sehingga Kami telah sepakat untuk bersama – sama dengan PT.Nafasndo, PT.RPP dan PT.Ensem Lestari untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan lantai Jembatan Handel Rimo,” sebut Hadi.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Singkil, Mujni menjelaskan Jembatan yang mengalami kerusakan tersebut merupakan Aset Kementrian Transmigrasi.

Kendatipun Demikian, pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bersama  empat perusahaan telah sepakat untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan ada Lantai Jembatan Handel Rimo.

Dijelaskannya, pada tahun 2018 ini, pihaknya telah mengusulkan untuk dilakukan pembuatan Jembatan Baru ke Pemerintah Provinsi Aceh dengan menggunakan dana Otsus senilai 30 Miliar.

“Insya Allah usulan tersebut diterima dan jika tidak ada perubahan maka Jembatan Baru akan dibangun pada tahun 2019 mendatang,” kata Mujni.

[JML/Rd]