GEGER! Pengacara Korban Asusila Diduga Dihajar ‘Utusan’ Oknum Polisi di Depan Polda Sumut!

MEDAN | BONGKARNEWS – Aroma intimidasi dalam skandal asusila oknum polisi Polrestabes Medan kian menyengat. Kali ini, pengacara kondang Hendra Gunawan Hutabarat, S.H., M.H., yang sedang berjuang membela rakyat kecil, justru menjadi korban kebrutalan orang tak dikenal (OTK) yang mengaku sebagai “orang dekat” oknum petugas!
Dijebak Lalu Dianiaya (Kronologi Panas)
Peristiwa mencekam ini terjadi di depan sebuah minimarket, tepat di depan markas besar Polda Sumatera Utara pada Rabu (22/4/2026). Hendra yang mengira akan melakukan koordinasi hukum, justru didatangi dua pria yang mengaku sebagai kerabat Brigadir SDS—oknum polisi yang kini mendekam di balik jeruji patsus akibat dugaan pelecehan seksual.
“Saya dihajar saat menjalankan tugas suci membela klien saya. Mereka mengaku kerabat personel yang ditahan itu,” ungkap Hendra dengan nada geram di PN Medan, Kamis (30/4/2026). Darah keadilan seolah mendidih, laporan resmi pun langsung dilayangkan ke Polda Sumut dengan nomor STTLP/B/624/IV/2026/SPKT/Polda Sumut.
Skandal Memalukan di Balik Jeruji
Kasus ini bermula dari nasib malang AIS (22), seorang gadis petugas kebersihan yang terjerat kasus HP. Bukannya dibina, AIS diduga kuat “dimangsa” oleh oknum petugas saat berada dalam perlindungan kantor polisi. Kini, Brigadir SDS bersama dua rekannya, Briptu AP dan Briptu MIR, harus berhadapan dengan Bidang Propam Polda Sumut atas dugaan konspirasi asusila yang memuakkan ini.
Lawan Sampai ke Jakarta!

Tak gentar dengan gertakan fisik, Hendra dan tim kuasa hukum siap “mengguncang” Jakarta. Tak tanggung-tanggung, kasus ini akan dilaporkan ke Mabes Polri hingga menuntut Komisi III DPR RI untuk turun tangan!
“Tempat yang seharusnya paling aman justru jadi sarang predator! Kami tidak akan mundur satu langkah pun,” tegas Hendra membakar semangat.
Isak Tangis Sang Janda

Di sisi lain, S, ibu korban yang hanya seorang janda, tak henti-hentinya meneteskan air mata. “Anak saya tulang punggung saya, kenapa dihancurkan seperti ini? Mana janji polisi yang katanya mau menjaga?” rintihnya memilukan hati.
(S H Simbolon)

Pos terkait