Bupati Eddy Berutu Sampaikan Paparan Penanganan Covid-19 di Hadapan Seluruh Kepala Daerah se-Sumut

MEDAN | bongkarnews.com – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengundang seluruh Kepala Daerah se-Sumatera Utara ke Gedung Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara.

Pertemuan ini dalam rangka untuk evaluasi penanggulangan Covid-19 yang dilakukan oleh kabupaten/kota di masing-masing daerah oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam sambutannya mengatakan menyampaikan beberapa hal penting terkait Perkembangan Pandemi Covid-19, dampak Covid-19 terhadap bidang sosial dan perekonomian diantaranya dampak inflasi hingga prediksi tingkat kemiskinan dampak Covid-19.

“Dibutuhkan strategi dan langkah yang harus kita lakukan di masing-masing daerah oleh tiap-tiap Gugus Tugas yang ada. Termasuk langkah strategis yang harus disiapkan dari Juli hingga September mendatang, berupa persiapan adaptasi kebiasaan baru, refocusing, dan realisasi belanja semester. Hal-hal penting yang perlu diatur yakni proses belajar tatap muka di sekolah dan pesantren”, ujar Edy Rahmayadi.

Hal yang menarik, dalam pertemuan ini dua Kepala Daerah dari 33 Kepala Daerah Kabupaten/Kota se Sumut yang hadir yakni Walikota Pematang Siantar, Hefriansyah Noor dan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu diminta untuk memberikan pemaparan dalam penanganan Pencegahan Covid-19. Dinilai kedua wilayah ini bisa dijadikan tolak ukur dalam upaya percepatan penanganan yang dilakukan oleh daerah yang ada di Sumatera Utara.

Bupati Dairi, Eddy Berutu dalam pemaparannya menyampaikan sejak awal terjadinya Pandemi Covid-19 pihaknya telah melakukan upaya penanganan Covid-19 khususnya di Kabupaten Dairi dengan terus melakukan koordinasi dan arahan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi agar penanganan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Dairi berjalan dengan baik dan sinergi.

Dalam paparannya, Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan Kabupaten Dairi melakukan persiapan yang terbilang lebih cepat dengan Pembentukan Gugus yang sudah terbentuk sejak 16 Maret 2020 berdasarkan SK No. 180/443.05/III/2020 & SK No. 227/43.05/III/2020 tentang Pembentukan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Dairi.

Eddy Berutu melanjutkan, sejak pembentukan Gugus Tugas, berbagai upaya pencegahan penyebaran dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 telah dilakukan pihaknya bersama Forkopimda dan jajaran serta pemberdayaan lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Dairi, diantaranya penyemprotan desinfektan, mendirikan pos pemeriksaan di area pintu masuk perbatasan Kabupaten Dairi, mendirikan rumah singgah, mendirikan pos desa dan kecamatan, membuat berbagai sosialisasi komunikasi publik berupa penerapan protokol kesehatan di berbagai tempat-tempat publik dan banyak hal lainnya.

Bupati Dairi juga menyampaikan pemaparan dampak ekonomi yang terjadi di Kabupaten Dairi akibat Pandemi Covid-19 berupa penurunan daya beli masyarakat, penurunan harga komoditi pertanian, kenaikan harga sembako dan hasil industri berupa minyak goreng dan gula pasir, berkurangnya mata pencaharian masyarakat khususnya sektor transportasi dan pariwisata.

“Dan rencana aksi penanggulangan telah kita lakukan diantaranya operasi pasar sembako, penyiapan tenaga kerja berbasis masyarakat dan pemberian stimulus pengembangan tanaman pangan dan stimulus UMKM, pembebasan pajak bagi pelaku bisnis dan UMKM. Termasuk pelaksanaan Program Jaring Pengaman Sosial berupa BST Kemensos, BST APBD, Bansos Sembako dari Provinsi Sumut, BLT Dana Desa”, tuturnya.

Disamping itu, dalam percepatan penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh Gugus Tugas Kabupaten Dairi tidak terlepas dari penerapan transparansi dan keterbukaan informasi publik dimana menurut Eddy Berutu berbagai informasi telah disampaikan kepada masyarakat baik lewat media konvensional dan juga media elektronik termasuk media sosial yang dapat dijangkau oleh masyarakat Dairi diantaranya Facebook, Youtube, Instagram dan tabloid sehingga informasi yang didapat oleh publik utuh dan terhindar dari hoax.

Gugus tugas juga memanfaatkan teknologi dalam penanganan Covid-19 yang ada di Kabupaten Dairi diantaranya aplikasi pendataan pengunjung, aplikasi bantuan sembako, aplikasi whatsapp auto respon yang menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait Covid-19, dan telah mensosialisasikan penggunaan aplikasi Pedulilindungi dalam membantu menghentikan penyebaran Covid-19, jelasnya.

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu juga menyampaikan saat ini sedang mengkaji penerapan adaptasi kebiasaan baru dan penerapan digitalisasi agar bisa segera dilakukan dalam waktu dekat ini di wilayah Kabupaten Dairi yakni berupa penerapan Transaksi Non Tunai, BPHTB Online Host to host, Pasar Daring BRI dan QR Code Indonesia Standart (QRIS).

Terkait warga Dairi yang terpapar Covid-19, Bupati Dairi dalam pemaparannya menyampaikan pihaknya secara intens melakukan pemberitahuan update harian yang disampaikan oleh Tim Gugus Tugas melalui juru bicara Gugus Tugas yang telah disiapkan dengan menyiarkan perkembangan dan update Penanganan Covid-19 yang ada di Kabupaten Dairi.

“Semoga dengan sinergitas yang baik antar pimpinan daerah se Sumut termasuk sinergitas dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi kita bisa dan mampu mengatasi dan menangani Pandemi Covid-19 ini. Tentu kami berharap dukungan penuh dari Pemprov Sumut sehingga Penanganan Covid-19 di Dairi bisa semakin maksimal”, pungkas Bupati Eddy Berutu.

 

(BD.007)

Pos terkait