Tebing Tinggi, Sumut- Bongkarnews.com:
Komitmen meningkatkan keselamatan petani dalam penggunaan pestisida terus diperkuat. Sebanyak 106 petani di Kota Tebing Tinggi mengikuti Pelatihan Herbisida Terbatas yang digelar Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tebing Tinggi, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Bagelen, Kota Tebing Tinggi ini menjadi langkah strategis untuk membangun budaya penggunaan herbisida yang aman, efektif, dan bertanggung jawab, khususnya bagi petani pengguna herbisida berbahan aktif parakuat diklorida sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tebing Tinggi serta menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, ALISHTER, serta Direktorat Pestisida Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Direktur Eksekutif ALISHTER, Syafrizal, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung peningkatan kompetensi petani sebagai pengguna herbisida terbatas.
“Petani perlu memiliki pemahaman yang benar, mulai dari membaca label produk, penggunaan alat pelindung diri, teknik aplikasi yang tepat, hingga pengelolaan risiko saat bekerja di lapangan.
Penggunaan herbisida yang bijak akan mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjaga keselamatan manusia dan lingkungan,” ujar Syafrizal.
Ia menambahkan, edukasi dan pendampingan kepada petani menjadi faktor penting dalam memastikan setiap penggunaan pestisida dilakukan sesuai standar keamanan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, Direktur Pestisida Kementerian Pertanian RI yang diwakili Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Pestisida, Budi Hanafi, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pengguna pestisida merupakan bagian penting dalam pelaksanaan regulasi pestisida nasional.
“Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis mengenai penggunaan pestisida, tetapi juga membangun kesadaran petani terhadap keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta penggunaan pestisida secara tepat dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Menurutnya, petani sebagai pengguna langsung memiliki peran penting dalam memastikan pestisida memberikan manfaat optimal dengan risiko yang dapat dikendalikan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tebing Tinggi mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan ALISHTER dalam memberikan pembekalan kepada para petani.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lapangan.
Kami berharap para peserta dapat menjadi contoh dan berbagi pengetahuan kepada petani lainnya sehingga praktik pertanian yang aman dan bertanggung jawab semakin berkembang di Kota Tebing Tinggi,” ungkapnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari regulasi pestisida, pemahaman label, tata cara penyimpanan, penanganan limbah pestisida, pencegahan keracunan, prosedur pertolongan darurat, hingga praktik kalibrasi alat semprot untuk mendukung aplikasi herbisida yang lebih efektif dan aman.
Pelaksanaan pelatihan ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pestisida. Peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan akan memperoleh Surat Keterangan Pelatihan Herbisida Terbatas yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tebing Tinggi.
Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, ALISHTER, dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran petani dalam menerapkan praktik pertanian yang lebih aman, berkelanjutan, dan produktif.
Peningkatan kapasitas petani menjadi kunci dalam mewujudkan penggunaan herbisida yang tepat sasaran, sekaligus mendukung peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani di Kota Tebing Tinggi. (Addara)






