BI Gelar Sosialisasi Sistem Informasi Debitur

MEDAN, BN

Bank Indonesia Wilayah Sumut menggelar acara Sosialisasi Sistem Informasi Debitur. Acara yang bertemakan peran dan fungsi pengawasan perkreditan nasional dan kaitannya dengan kajian ekonomi regional ini digelar di Lantai 9 Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut di Jalan Balai Kota Medan, Selasa kemarin.

Direktur Departemen Pengelolaan dan Kepatuhan Laporan BI Jakarta, Maurids H Damanik mengatakan, Sistem Informasi Debitur (SID) harus sering disosialisasi hingga ke pelosok daerah-daerah Sumatera Utara. Sebab, SID bertujuan untuk mengatasi permasalahan informasi asimetri, antara lembaga penyedia dana dan masyarakat (calon debitur) sekaligus mempermudah masyarakat dalam memperoleh kredit. “Karena itu, sosialisasi SID dinilai penting untuk disampaikan kepada stakeholder Bank Indonesia (BI) maupun bank lainnya atau perusahaan pembiayaan, agar masyarakat tidak salah menanggapi SID,” katanya di sela-sela acara. Ia menerangkan, sosialisasi tersebut dilakukan karena banyaknya pengaduan dan pertanyaan dari masyarakat terkait SID. Banyak masyarakat menyalahkan BI, padahal SID itu mempermudah masyarakat dan mempercepat pemberian kredit kepada nasabah atau masyarakat.

“Secara nasional, pelapor SID mencapai 6.826 pelapor, yang terdiri dari seluruh bank umum, BPR dan LKNB. Permasalahan debitur biasanya merupakan kesalahan data yang dilaporkan, debitur tidak memahami informasi dan bank kurang responsif,” katanya.

Dikatakannya, dengan adanya sosialisasi tersebut, masing-masing pihak baik BI, bank umum, perusahaan pembiayaan dan debitur dapat memperbaiki kinerja mereka. Tak hanya itu, pemahaman stakeholder BI terhadap peran SID diharapkan lebih baik lagi.

“Saya juga berharap adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola kredit yang diterima,” katanya.

Kepala Kantor bank Indonesia Wilayah Sumut, Arief Budi Santoso menjelaskan pertumbuhan perekonomian di Sumatera Utara pada triwulan pertama tahun 2017. Ia mengatakan, pertumbuhan perekonomian di Sumatera Utara lebih banyak ditunjang dari kawasan pantai timur. Sekitar 72 persen pertumbuhan perekonomian Sumut berasal dari kawasan pantai timur.

Sesuai data BI disebutnya ada kesenjangan pertumbuhan dengan pantai barat. Yakni sekitar 72 persen itu berasal dari pantai timur sementara pantai barat hanya 9 persen. Kawasan tengah sekitar 12 persen dan kepulauan Nias 2 persenan. “Jadi memang pantai timur punya pertumbuhan perekonomian yang lebih baik,” katanya.  (AHS)

 

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas