Bawa dan Simpan Senpi Ilegal, Joni Akhirnya Meringkuk di Sel Tanjung Gusta

MEDAN | bongkarnews.com – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), menjebloskan pemilik senpi ilegal, Joni ke Rutan Tanjung Gusta.

Kejatisu telah menerima pelimpahan dari penyidik Poldasu. Joni langsung ditahan, dan diitipkan di Rutan Tanjung Gusta. Demikian disampaikan Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, Selasa (30/6) pada media.
Disebut-sebut, tersangka sempat mendapatkan penangguhan penahanan sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan. Joni berkeliaran seolah kebal hukum sehingga membuat warga resah dan cemas dengan keberadaannya.
Salah seorang warga Brayan, Amin yang mewakili warga lainya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapoldasu yang sudah menangkap dan memproses hukum tersangka pemilik softgun ilegal yang selama ini.
“Dia itu (Joni) sangat berbahaya dan sering buat resah” kata Amin pada media.
Sebelumnya, Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut melimpahkan tersangka pemilik softgun ilegal Joni (49), warga Kompleks Brayan City Blok B No 31-32 Jalan

Bacaan Lainnya

Pertempuran, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, berikut barang bukti ke pihak kejaksaan, kemarin.
“Kemarin sudah tahap 2 . Tersangka dan barang bukti sudah kita limpahkan ke JPU,” jelas Kasubbid Penmas Polda Sumut
AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Selasa (30/6).
Joni ditangkap personel Subdit IV/Jatantas Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas informasi masyarakat yang resah karena adanya seorang pria memiliki senjata softgun tanpa surat izin.
Di rumah Joni ditemukan barang bukti 1 unit senjata softgun jenis/merek KWC made in Taiwan seri 20114640, 1 buah magazen 1 tabung gas, 64 butir mimis (amunisi senjata) tanpa surat izin di kamar.
Selanjutnya, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, demikian berita dikutip dari media MedanPos
(rel)

Pos terkait