Diduga Proyek ”Siluman” Milyaran di Kuta Makmur Aceh Utara Menjamur

Aceh Utara | Bongkarnews.com – Milyaran Paket Proyek dalam tahap dikerjakan di Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara  diduga berstatus siluman. Pasalnya beberapa paket proyek yang sedang dikerjakan tersebut diduga bersumber dari APBA Tahun 2020 sudah mencapai 40 persen dikerjakan belum terpasang papan nama proyek.

Sehingga pelaksanaan proyek dari anggaran negara itu, tidak diketahui jelas sumber dana maupun besar pagu serta siapa rekanan pelaksana proyek tersebut oleh masyarakat. Sehingga  bangunan proyek yang sedang berjalan itu sulit diawasi pihak masyarakat. dikwatirkan tahap pengerjaan proyek bangunan itu kuat akan dugaan tidak adanya transparan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data yang diperoleh media ini, dimana proyek yang sedang dikerjakan di beberapa lokasi dalam kecamatan kuta makmur tanpa dipasang pamplet nama, diantaranya seperti proyek pengendalian banjir Krung Buloh kecamatan kuta makmur tepatnya di Gampong meunasah Krueng dibawah jembatan jalan penghubung akses ke pante bahagia itu dari sumber APBA senilai Rp 11 Milyar lebih. dan Pembangunan Saluran yang sedang dikerjakan di depan SMPN 1 Kuta Makmur dengan anggaran lebih kurang 1 Milyar juga belum ada tanda dan rambu yang terpasang jenis kegiatan proyek.

Sebenarnya, terkait penggunaan papan nama kegiatan sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 (Permen PU 29/2006), tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, serta Permen PU 12/2014 atau Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/20014.

Disebutkan, salah satu persyaratan penampilan bangunan gedung, memperhatikan aspek tapak bangunan, termasuk pemasangan papan nama proyek untuk memperhatikan keamanan, keselamatan keindahan dan keserasian lingkungan. Selain itu, agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, besaran anggaran maupun volume kegiatan.

Bahkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 54 tahun 2010 dan Perpres No 70 tahu 2012, juga tertuang kewajiban memasang papan nama proyek di setiap kegiatan pembangunan yang menggunakan keuangan negara.

Atas dasar tersebut diatas, Berdasarkan dari penelusuran media kelokasi, Selasa (30/06/20), proyek pengendalian banjir Krung Buloh kecamatan kuta makmur dengan pagu senilai Rp 11 Milyar lebih sedang tahap pengerjakan, namun sudah berjalan hampir sepekan, dalam tahap pengecoran pondasi, sayangnya. dilokasi proyek belum ada tanda terlihat papan dan pamplet jenis proyek yang dikerjakan.

Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut, banyak yang singgah dan bertanya-tanya untuk mengetahui informasi jenis pekerjaan tentang kegiatan yang tidak terpasang tanda pemberitahuan (Pamplet) dilokasi tersebut.

“Sudah hampir sepekan aktivitas di daerah ini, saya baru tau ternyata itu proyek pembangunan sungai yang sedang di kerjakan, tapi anehnya tidak ada pemasang pamlet dilokasi,” sebut salah seorang warga yang melintas di jalan tersebut.

Perihal yang sama di tempat proyek yang berbeda, Bahkan dilokasi proyek pembangunan saluran di depan SMPN 1 Kuta Makmur sudah dikerjakan hampir sebulan itu juga tidak adanya pemasangan pamplet nama proyek.

Untuk mengetahui jelas, siapa rekanan dan pelaksana proyek tersebut, media ini mencoba untuk melakukan konfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Utara, Edi Anwar, ST, MT. Namun dalam sambungan teleponya, ia menjelaskan bahwa di kawasan kecamatan kuta makmur tidak ada paket proyek senilai 11 Milyar. Dan Pembangunan saluran di SMPN 1 Kuta Makmur di bawah pengawasan dan pengeloloaan intasinya.

“Kalo pada tahun 2020 tidak ada paket proyek di kecamatan kuta makmur untuk proyek pengendalian banjir sebesar itu tidak ada, Mungkin itu dari provinsi.” kata Edi.

Disinggung tentang koordinasi dengan rekanan, Edi menjelaskan sejauh ini pihak rekanan tidak ada koordinasi atau pemberitahuan terkait pelaksanaan proyek tersebut, disebutkan. Karena tidak ada koordinasi . maka dirinya tidak mengetahui rekanan pelaksana.” Baik saluran di depan SMPN 1kuta makmur maupun proyek pengendali banjir itu.

Sementara Kepala Dinas Pengairan Aceh, Mawardi, saat dihubungi melalui sambungan seluler tidak diangkat, pesan singkat yang dikirim lewat Whatshappun tidak dibalas.Hingga berita ini diturunkan di lokasi proyek tersebut belum terlihat adanya pemasangan Pamplet jenis kegiataan.

Salah seorang tokoh pemuda di Kuta Makmur berharap, kepada pihak berwajib agar untuk membantu turun tangan melakukan pengawasan di kecamatan kuta makmur terhadap proses pembangunan proyek. Mengingat untuk memaksimalkan kualitas bangunan dari uang negara itu.

“Kita harapakan proyek yang sedang berjalan di kecamatan kuta makmur ini menjadi berkulitas, sesuai dengan mekanisme RAB dan Prosedur, agar tidak terjadi seperti halnya proyek bendungan raksasa yang selama ini menjadi viral sorotan di medsos. ”jelasnya. (Tim)

Pos terkait