Aktivitas Alat Berat Milik PT CKA Hancurkan Lingkungan Dan Rawan Longsor - Bongkarnews

Sitename

Description your site...

Aktivitas Alat Berat Milik PT CKA Hancurkan Lingkungan Dan Rawan Longsor

Aktivitas Alat Berat Milik PT CKA Hancurkan Lingkungan Dan Rawan Longsor
Rombongan anggota Komisi A DPRK Bireuen, ketika turun langsung ke TKP mendengar keluhan masyarakat sekitar sungai Simpang Mulia yang mulai merasa tidak nyaman akibat ulah operasi alat berat (Becho) milik PT CKA yang melakukan pengerukan pasir dan batu didalam sungai Desa mereka, Rabu 11 April 2018.

example banner

BIREUEN | BN – Pengerukan Galian C. Gampong Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen oleh alat berat Milik PT.Cipta Karya Aceh semakin menuai masalah. Sejumlah masyarakat Gampong Simpang Mulia, Kecamatan Juli mulai merapatkan barisan melarang aktivitas dua unit alat berat excavator (Becho) yang sedang beraktifitas mengeruk pasir dan batu, Rabu 11 April 2018.

“Sudah dua bulan lamanya pihak PT CKA ingkar janji, sebelumnya mereka berjanji akan membangun tebing pengaman sungai  di sepanjang ekplorasi pasir dan batu kepada Masyarakat,” demikian penuturan  kepala Desa Gampong Simpang Mulia Murtala kepada wartawan Bireuen, Rabu 11 April 2018.

Menurut  Murtala, Masyarakat juga menangih janji pihak PT Cipta Karya Aceh yang pernah memberi harapan  akan memberikan salinan surat copy izin pengerukan batu pasir yang dikeluarkan dinas terkait. “Hingga sekarang salinan copy surat izin OP dari Propinsi dari dinas terkait belum diserahkan, sebagai penganggan masyarakat,” ungkap  Geuchik Murthala.

Pihak Pejabat Lembaga Legislatif, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kabupaten Bireuen dari komisi A, bersama aktivis  bidang lingkungan FORUM DAS KRUENG PEUSANGAN (FDKP),Rabu, 10 April 2018 juga ambil sikap turun langsung kelokasi DAS yang menurut pandangan dari kasat mata telah merusak lingkungan dan semakin memprihatinkan..

 Kedatangan wakil rakyat dari komisi A yang diketuai Muzakkir Mahmud beserta sejumlah anggotanya terdiri dari  Suhaimi Hamid (PNA), Syauqi Futaqi (Golkar), Isnaini (PPP), Salwa Hanum (PA) dan aktivis lingkungan Abdul Halim ke Gampong Simpang Mulia menyahuti permitaan masyarakat setempat untuk melihat langsung serta merespon keluhan mengenai pengerukan galian C batu pasir yang diambil oleh PT Cipta Karya Aceh.

Tokoh masyarakat setempat Tajuddin, turut menyampaikan harapannya kepada anggota komisi A mengenai pengambilan batu pasir yang di ambil oleh PT CKA dengan kesan membabi buta tanpa mengindahkan penjanjian. “Pihak PT CKA pernah berjanji akan membuat tebing sepanjang aliran sungai,  untuk menghindari terjadinya erosi, namun sampai sekarang ini janji itu tidak ditepati,” demikian Tandas Tajuddin.

Secara bergiliran para tokoh yang mewakili masyarakat umum menyampaikan aspirasi serta harapan beratnya melalui tim  wakil rakyat komisi A Kabupaten Bireuen. Mewakili anggota Tim Komisi A,  Suhaimi yang akrab disapa dengan nama “Abu Suhai” merekomendasi kepada dinas  Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, dengan tujuan untuk turun lapangan meninjau ulang menyangkut pemberian izin terhadap perusahan pelaku pengerukan.

“Kami sangat mengharap kepada dinas terkait di tingkat Propinsi untuk tidak lagi memberikan izin operasi serta dapat memblacklist langsung perusahaan, yang jelas-jelas layak dilabel sebagai  pelaku kecurangan lingkungan yang tentunya mengancam kehidupan warga sekitar,” demikian tegas Abu Suhai PNA.

Informasi lainnya yang berhasil dihimpun Bongkarnews terkait aktivitas “semau Gue” yang sudah sekian lama diperagakan pihak PT CKA diseputaran sungai Gampong Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen menggunakan dua alat berat jenis escavator (Becho) merupakan Perusahan ternama yang dimiliki H Saifannur (Bupati Bireuen sekarang) , dimana selama yang bersangkutan menjabat sebagai kepala daerah, Perusahaan yang nama besarnya sudah cukup dikenal dan disegani pesaingnya sampai tingkat nasional  itu  dikuasakan kepada putra tersayangnya sebagai  posisi direktur utama..

Menurut info, pihak perangkat desa tidak berani ambil sikap semena-mena dengan pengaruh kuat yang dimiliki sipemilik perusahan PT CKA itu. Makanya kedatangan Tim DPRK Komisi A Kabupaten Bireuen adalah kesempatan yang sangat tepat bagi masyarat Simpang Mulia untuk berkeluh-kesah secara langsung di TKP, dengan harapan semoga pihak wakil rakyat tersebut peka terhadap apa yang dikeluhkan mereka.

Konon dalam orasi kampanye jelang Pilkada lalu H Saifannur juga sempat mengutarakan kalau dirinya tidak akan beraktivitas ganda sebagai seorang rekanan proyek. “Selama saya menjadi kepala pemerintahan Kabupaten Bireuen, perusahan saya juga saya serahkan kepada anak kandung (putra) saya yang menjalankannya. Dan jangan gundah tidak akan mempengaruhi rekanan lain dalam persaingan mendapatkan kerja proyek.

Namun pernyataan masa politik H Saifan ditanggapi pesimis khalayak Bireuen. Pasalnya Jajaran keturunan beliau rata-rata menggeluti hidup bidang rekanan proyek dari pemerintah. Dan keadaan monopoli sudah mulai terhendus dan norak dari sekarang, meski kepemimpinan H Saifannur – H Muzakkar A Gani belum mencapai masa satu tahun lamanya. (Roesmady).

example banner