Pemkab Dairi Terus Tangani Kerusakan Jalan Akibat Bencana Alam di Tanah Pinem

  • Whatsapp

DAIRI | bongkarnews.com – Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) terus melakukan pekerjaan terhadap penanganan kerusakan jalan dan bencana alam yang terjadi di Kecamatan Tanah Pinem. Bencana alam yang terjadi di Kecamatan Tanah Pinem yang terjadi pada Jumat (27/4/2021) lalu mengakibatkan kerusakan jalan di beberapa lokasi yang langsung ditangani oleh Dinas PUTR dengan menurunkan alat berat yakni Motor Grader, Backhoe Loader dan Wheet Loader.

Demikian disampaikan Kadis PUTR Anggara Sinurat, Jumat (8/5/2021). Adapun ruas jalan yang ditangani oleh dinas tersebut yakni mulai dari Batas Karo – Namo Sanggar – Pasir Tengah ± 6 Km dan Namo Sanggar – Lau Njuhar II – Lau Njuhar I – Liang Jering –Siudang – udang ± 20 Km.

Bacaan Lainnya

example banner

Dalam penanganan jalan tersebut, alat berat Grader sudah melakukan pembersihan dan perbaikan badan jalan dari Batas Karo – Namo Sanggar – Pasir Tengah ± 6Km sejak Jumat 30 April 2021. Sementara untuk alat berat Backhoe Loader dan Wheel Loader melakukan penanganan dari Namo Sanggar menuju Liang Jering.

Setelah Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu melakukan kunjungan dan meninjau lokasi bencana alam banjir bandang tepatnya di Dusun Juma Batu, Desa Sukadame, Kecamatan Tanah Pinem pada Selasa (27/4/2021), Bupati Dairi Eddy Berutu menginstruksikan untuk penambahan alat berat agar pekerjaan perbaikan jalan yang terdampak akibat banjir bandang dapat dengan cepat teratasi.

Atas arahan tersebut, Dinas PUTR Kabupaten Dairi melakukan penambahan alat berat berupa Bulldozer, Excavator dan Evcavator ban karet.

Dalam penanganan ruas jalan tersebut, Excavator dan Bulldozer saat akan menuju lokasi harus melalui Pertumbungen karena kedua alat tersebut tidak bisa melalui Dusun Naga – Juma Batu, hal ini disebabkan oleh kondisi jalan yang sempit dan menanjak serta permukaan jalan yang sudah di rabat beton yang dapat rusak jika dilalui kedua alat berat tersebut.

Sehingga resiko yang harus dihadapi adalah waktu tempuh dari pertumbungen menuju lokasi bencana mencapai 1-2 hari. Dilokasi bencana, kedua alat ini akan menormalisasi aliran sungai dengan menyingkirkan batang-batang kayu agar aliran sungai dapat berjalan lancer kembali.

Selain itu juga membersihkan batang-batang kayu yang berserakan dijembatan sehingga jembatan dapat dipergunakan kembali dengan aman. Sedangkan untuk Excavator ban karet menuju lokasi harus melewati Juhar melalui Dusun Naga menuju Juma Batu.

Dilokasi bencana, alat ini akan menormalisasi kondisi jalan yang rusak dan rencana waktu penanganan adalah selama 5 hari. Pemerintah Kabupaten Dairi akan terus berupaya melakukan penanganan bencana alam serta penanganan ruas jalan yang terdampak akibat bencana alam sehingga aktifitas masyarakat sehari hari dapat kembali berjalan dengan normal.

“Saat ini progres pekerjaan kondisi batas Karo – Mangan Molihsudah 60 %, Mangan Molih – Pasir Tengah 20%, Namo Sanggar – Liang Jering – Siudangudang 60 % dan Liang Jering – Simpang Alur subur 30 %. Adapun pekerjaan yang dilakukan pengupasan longsoran di jalan, penimbunan jalan yang amblas, penimbunan bahu jalan yang longsor, dan galian parit di Liang Jering dan Siudang-udang”, ujar Kadis PUTR.

Ia menyampaikan bahwa medan dan tantangan pekerjaan ini sangat berat sehingga membutuhkan waktu yang tidak singkat dalam penyelesaiannya dan tentu akan mengupayakan penyelesaikan dengan sesegera mungkin sebagaimana arahan Bupati Eddy Berutu.

(BD.007)

Pos terkait