PALAS I bongkarnews.com- Atas terciptanya mutu kerja sama yang baik dan mitra kerja yang harmonis antara bapak angkat PT. Mazuma Agro Indonesia (MAI) dengan anak angkat masyarakat plasma enam desa yakni desa Sungai Korang , Hutaraja Tinggi, Panyabungan , Pasar Panyabungan, Mananti Sosa Jae dan Aliaga.
Untuk itu hari Minggu (21/2) para Ketua kelompok tani dan masyarakat serta jajaran Dewan Pimpinan Kabupaten Front Komunitas Indonesia Satu ( DPK FKI-1) Padang Lawas ( Palas ) melakukan monitoring lokasi plasma tahap II enam desa di PT. Mazuma Agro Indonesia ( PT.MAI ) atau sering disebut lokasi kebun Huragi.
Kedatangan para pengurus kelompok tani dan jajaran DPK FKI-1 Palas sebelumnya terlebih dahulu berkordinasi dengan Area Manager, Barsori plus Mujiono Putra.SP disambut hangat oleh Pimpinan kebun (Pinbun) Huragi , Indra Irawan didampingi oleh Asisten kebun , Rico Aditya.SP dan Mandor satu , Syaiful Abdi.SP.
Sebelum peninjauan ke lokasi plasma terlebih dahulu diadakan temu ramah dan perkenalan pimpinan kebun karena sebelumnya ada rotasi dari pihak management perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut Pinbun, Indra Irawan mengatakan sangat berterima kasih atas kunjungan dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat plasma tahap II enam desa.
Dalam hal ini tentunya kata Indra Irawan kita saling mengenal dengan baik dan kami merasa berkesempatan menjelaskan situasi dan upaya serta capaian kinerja kami sejak mengemban tugas di kebun Huragi khususnya kebun masyarakat plasma enam desa.
” Terus terang saya selaku Pinbun memang punya tanggung jawab kepada management perusahaan juga kita harus memberikan hasil maksimal kepada masyarakat plasma enam desa “, ungkap Indra.
Namun lanjutnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita harus mulai dari internal dulu baru kemudian masuk ke pokok permasalahan yaitu pencapaian hasil produksi yang maksimal.
Disebutkan dalam hal ini kita harus kerja ekstra dan juga harus siap baik pisiknya maupun secara mental.karena kendala dan hambatan akan datang silih berganti dan kita tidak tahu darimana itu datangnya.
Dan , lanjutnya yang pasti kita harus tetap berupaya semaksimal mungkin disampingi kita juga harus siap menerima masukan dan kritikan dari pihak masyarakat plasma Tahap II enam desa.
Ditempat yang sama Ketua DPK FKI-1 Padang Lawas , Darwin Hasibuan mengatakan kami dari masyarakat plasma Tahap II enam desa dan juga DPK FKI-1 ( penerima kuasa ) cukup bangga atas inisiatif Pinbun Huragi untuk mengundang kami melakukan monitoring kebun plasma masyarakat enam desa.
” Sistem keterbukaan semacam ini tentu dan sungguh kami apresiasi, kiranya hal yang seperti ini akan kita tingkatkan lagi di masa yang akan datang dan seterusnya “,kata Darwin Hasibuan .
Kita , sebut Darwin cukup berterima kasih atas nominal pemerataan yang diterima masyarakat beberapa bulan terakhir ini, jelas ini adalah tidak terlepas dari upaya Pinbun Huragi dan jajarannya dalam pembenahan selama ini. Disamping itu selain dari hubungan kemitraan sistem anak-bapak angkat ( ABA ),
Dirinya juga berharap agar hubungan emosional dapat juga terjalin dengan baik, misalkan kalau ada hal yang mungkin dirasa harus disampaikan kepada kami apa kah itu kabar duka atau mungkin acara resepsi jangan sungkan sampaikan saja kalau ada rezeki insyaallah kami akan hadir.
Tambahnya lagi,memang saat ini masih ada PR berat buat kita bersama yakni terkait penetapan dan penegasan Tapal batas antara provinsi Sumatera Utara dengan provinsi Riau.
” Makanya melalui ini saya sampaikan kepada pemerintah khususnya kabupaten Padang Lawas agar jangan lagi penetapan dan penegasan tapal batas wilayah ini dilama lamain,apalagi sengaja dibikin lama,sebab ini semacam bola panas yang kapan saja bisa menelan korbannya”, tuturnya lagi .
Apalagi , lanjutnya sudah kita ketahui bahwa pemerintah provinsi Riau sudah mengakui dan legowo menerima Permendagri no. 59Jo 81 tahun 2019 tentang batas Sumatra Utara dengan Riau. Serta tidak memberi dukungan lagi bagi warganya yang masuk Sumatera Utara.
” Kalau ini tidak dituntaskan Masyarakat plasma akan terus dirugikan dalam barbagai hal khususnya menyangkut perkebunan “, tegasnya.
Pada kesempatan yang sama salah satu Ketua perwakilan kelompok tani dan koperasi dari desa Mananti Sosa Jae Saleh Idris Harahap mengatakan saat ini cukup terimakasih yang dapat kami sampaikan.
” Akan tetapi hal ini bermula dari pencapaian penerimaan masyarakat dan kami yakin Indrawan selaku Pinbun tidak kerja sendirian tentu banyak dibantu oleh tim dan juga management PT.MAI “, ungkapnya.
Sekretaris SPSI kabupaten Palas ini juga mengatakan terkait sebelumnya para ketua kelompok dan penerima kuasa sebanyak empat orang pernah dilaporkan pihak management perusahaan ke pihak Polda Sumut.” Ini mungkin tidak terlepas dari minimnya pemahaman atas keinginan dan tujuan masing masing “, lanjutnya.
Namun hal itu mungkin sudah teratasi atas turun tangan nya salah satu komisaris perusahaan,
Dalam hal ini, lanjutnya terus terang kami masyarakat sebenarnya sangat suka dan cukup senang atas tindakan nyata yang dilakukan H. Hidayat Batubara terkait permasalahan yang terjadi di plasma tahap II enam desa.
” Untuk itu mari sama sama kita jaga dan bina kerja sama yang baik ini. Agar kedepannya kita bahu membahu mempertahan lahan perusahaan dan plasma masyarakat enam desa dari berbagai gangguan yang datang, agar hasil maksimal dapat kita capai dan masyarakat dapat merasakan manfaat nya “, harapnya.
Turut hadir Pinbun Huragi, Indra Irawan, Asisten Rico Aditya.SP, Mandor 1 Sayful Abdi.SP beserta jajarannya, Ketua DPK FKI-1 Palas Darwin Hasibuan, Wakil ketua, Ali Akbar, Bendahara Zamzami Nasution, para Ketua kelompok dan koperasi plasma tahap dua enam desa dan beberapa tokoh masyarakat.(Ali)





