Masa Bisnis Untuk Pedagang Mercon di Bireuen “Game Over”

Sejumlah anggota kepolisian Unit Intelkam Polres Bireuen dan personil Polsek Kota Juang yang tergabung dalam Tim Gabungan Antisipasi ganggunan keamanan dan kenyamanan lingkungan kota Kabupaten (Satpol PP/WH, Kepolisian dan POM Bireuen) saat mengunjungi tempat dan memberi arahan kepada pedagang mercon, diujung bagian barat jalan Andalas Kota Bireuen Selasa 27 Juni 2017.

BIREUEN | BN – Masa Nyaman pedagang mercon diseputaran Kota Kabupaten Bireuen tamat menyusul peringatan akhir dari tim gabungan Pemkab Satpol PP/WH, Tim Intelkam Kepolisian Polres Bireuen plus Personil Polsek Kota Juang  dan unsur Polisi Militer POM Bireuen terhadap pedagang bersangkutan, Selasa 27 Juni 2017.

Sekira 70 orang  pedagang petasan yang berjejer disepanjang jalan T Hmzah bendahara Depan BNI, Seputaran Alun-Alun dan emperan pertokoan Jalan Andalas bagian barat Kota Kabupaten diarahkan tim gabungan menaiki angkutan bak terbuka ukuran sedang milik Satpol PP / WH untuk dibawa ke kantor kawasan Blang Bladeh Kecamatan Jeumpa, guna diberi pengarahan.

Bacaan Lainnya

Keterangan yang dihimpun BongkarNews menyebutkan, Pemda Bireuen Sesuai dengan seruan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kapolsek Kota Juang, dan kemudian disuarakan oleh Kapolres Bireuen melalui Kapolsek Kota Juang Iptu Marzuki Oesman miggu pertama  ramadhan 2017, sudah mewanti-wanti untuk melarang menjual mercon demi menjaga suasana kenyamanan warga beribadah  ramadhan.

Larangan pihak keamanan itu memang terlihat diindahkan benar dengan belum terlihat pedagang yang menjajakan petasan mainan bermesiu diseputaran Kota. Keadaan berangsur berbalik sekira -3 hari “H”. Sebagaimana pemandangan pada Hari-hari Raya sebelumnya, puluhan tempat jualan mercon kemudian muncul secara berangsur dan berjejer.

Tentu saja dari sejak itu awal terdengar  letusan dar-der-dor yang dimainkan anak-anak warga seputaran kota. Meskipun demikian pihak kemanan melalui Polsek Kota Juang sudah menyepakati permintaan serta desakan para pedagang mercon yang umumnya sudah duluan menyiapkapkan mercon jajanan hingga hari ketiga Hari Raya Idyul Fitri 1438 Hijriah.

Namun keadaan yang nyata-nyata mengangkangi himbauan pihak keamanan karena jelas mengganggu kenyamaan warga tersebut tidaklah serta-merta diambil tindakan, mengingat setegas apapun penekanan harapan pengambil kebijakan, suasana tersebut merupakan sistem dan surganya bagi mereka seusia anak-anak dalam menyemarakkan keramaian sesama.

Pembiaran peredaran mercon tersebut tentu saja dibarengi perasaan was-was dari para orang tua sekaligus pihak pengambil kebijakan di Bireuen, mengingat selain ramai dasyatnya suara letusan yang mengganggu kemyamanan warga, juga betapa banyak informasi yang menyebar dari berbagai daerah tentang  kecelakaan yang menimpa  anak-anak karena terkena ledakan mercon.

Atas pertimbangan demikian, rasanya tak salah jika pihak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah mengambil sikap segera untuk memerintahkan pedagang mercon di Seputaran Kota Kabupaten Bireuen agar “Stop Total” mulai Selasa pukul 18.00 Wib, sebelum suatu malapetaka menimpa generasi warga Bireuen.

Jadinya, sesuai informasi yang diperoleh dari personil Tim Gabungan yang ikut dalam upaya menyampaikaan arahan Selasa sore 27 Juni 2017 mengatakan, kalaupun ada pedagang mercon yang mencoba mengkhianati kesepakatan atau sipedagang masih mencuri-curi celah untuk memperdagangkan barang jualan mercon mereka yang akan bisa juga diketahui masih maraknya  bunyi ledakan petasan diseputaran kota, Pemda Bireuen melalui  pihak keamanan akan mengambil tindakan tegas, sekaligus akan menyita barang dagangan nya yang tersisa. (Roesmady)

Pos terkait