Ketika H Saifannur Menjadi Bupati Bireuen, Investor Kian Lugas Melakukan “Bargaining”

Sosok Pengusaha Sukses H Saifannur SSos Yang Akan Dilantik Awal Agustus Bulan Depan, Bersama Pasangannya H Muzakkar A Gani Menjadi Bupati Dan Wakil Bupati Bireuen Priode 2017 – 2022 Mendatang.

BIREUEN | BN – Pengusaha nasional (Investor) luar daerah kian menyakini untuk menjalankan usaha bisnisnya di Kabupaten Bireuen Propinsi Aceh,  menyusul daerah tersebut akan di pimpin sosok Bupati dari kalangan Pengusaha kawakan bidang kontruksi yang juga level Nasional, setidaknya untuk jangka waktu lima tahun mendatang.

Dalam Bulan Juni 2017, ada dua pengusaha luar daerah yang mendekat melakukan koordinasi awal dengan tawaran akan menanam modal membangun sarana-prasarana pendukung sebagai mesin produksi dengan hitungan pembagian hasil “win-win solution” antara pemilik modal dengan daerah.

Bacaan Lainnya

Demikian antara lain fokus pembicaraan awak media ini dengan Bupati Bireuen Terpilih Pilkada lalu H Saifannur SSos, saat kunjungan siraturrahmi agenda Idul Fitri di Kediamannya bersama sejumlah komunitas kaum muda lainnya dikawasan desa Paya Meuneng, Peusangan Bireuen Kamis 29 Juni 2017.

Dua orang Donatur yang berhasrat menggeluti bisnis dengan maksud membangun pabrik produksi diKabupaten Bireuen adalah dengan tujuan memproduksi bahan kerajinan yang terbuat dari serat Sabuk Kelapa, dan kemudian tentang pengadaan pabrik produksi berupa pakan ternak.

“Ketertarikan serta tekad dua pengusaha nasional itu tentu saja berkaitan dengan mudahnya mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha masing-masing,” ulas H Saifan dengan sinyalemen ilmu usaha bisnis yang memang dunianya.

Ulasan detail dikupas Pengusaha sukses nan ramah dengan semua warga tanpa memilah kalangan  ini tentang persediaan bahan baku yang melimpah jika bidang usaha yang dilirik tamu pemilik modal itu terealisasi nantinya.

Betapa tidak, terkait kebutuhan bahan baku berupa Serat sabut kelapa (coco fiber) misalnya, tanaman kelapa perkebunan rakyat di 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen mencapai luas hampir  15.000 hektar.

Dari luas tanam setiap hektarenya  umumnya akan menghasilkan  48.900 ton per tahun. Sementara bahan baku sabut yang diperlukan pengusaha kerajinan sabuk kelapa untuk produksi ekspor ke berbagai belahan dunia adalah 35 persen dari berat netto sebuah kelapa. Hingga keperluan bahan baku utama berupa sabut tidak bakal terkendala dalam masa jangka yang diinginkan.

Demikian pula terhadap pengusaha produksi pakan ternak seperti halnya yang sudah terkenal di kawasan Kawasan Industri Medan (KIM) dengan pabrik  Mabar Propinsi Sumatra Utara, bahan pembuatan yang dibutuhkan adalah berupa bahan organik dan anorganik.

Bahan organik yang terkandung dalam bahan pakan, protein, lemak, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen, sedang bahan anorganik seperti calsium, phospor, magnesium, kalium, natrium.

Jikapun usaha yang akan mereka jalankankan didaerah Bireuen itu terlaksana memproduksi makanan hewan / binatang piaraan ternak unggas, burung, ayam, bebek, itik, kucing, anjing, babi, sapi, sapi perah, lembu, kambing, ikan lele, ikan gurame, udang, udang windu, lobster dll. Setidaknya akan menyerap 300 orang tenaga kerja diperusahan tersebut selain yang paling mendasar adalah akan menggenjot nilai tambah masukan PAD.

Suasana perbincangan akrab tanpa monoton dengan Tanya jawab bersama kaum muda yang duduk diseputaran kursi tamu rumahnya, terus dikupas secara ilmiah dengan pertimbanagn plus-minusnya bagi keuntungan daerah jika program itu berjalan.

Menurut H Saifannur, para pengusaha tingkat nasional yang telah melakukan kontak person dengan dirinya merupakan sejawat dari berbagai propinsi yang memilki latar belakang sama dengan dirinya.

“Barangkali Karena memilki Back Ground aktivitas Yang Sama, Maka Pengusaha-Pengusaha Kaya itu tidak merasa sungkan melakukan penawaran kerjasama dengan Pemda Bireuen, Sekurang-kurangnya mereka menyakini Kalau arah pembicaraan nya pasti akan nyambung,” tandas Ketua Partai Golkar Bireuen bertitel SSos ini.

Meskipun demikian ambisi para investor nasional dan malah luar Indonesia, diakui atau tidak semangat baja kita akan tertunggak ketika syarat yang paling mendasar bagi seorang pemodal untuk  merealisasi rencananya adalah soal tanggungjawab keamanan dan kenyamanan daerah.

Sesuai fakta image yang masih bertahan,  jika Gaung Propinsi “Tanah Rencong” kondisinya rentan dengan gangguan keamanan belum mereda diseluruh nusantara merupakan alasan dasar bagi pengusaha-pengusaha lokal dan luar Negara  bersepekulasi merogoh modal besar di Propinsi ujung barat yang dialiaskan dengan sebutan “Bumou Seramou Mekkah Indonesia ini,”.

Terlepas dari tajuk nego dengan  calon Investor, Bupati Bireuen terpilih untuk “Mengimami” warga di 17 kecamatan mulai awa Agustus 2017 hingga Agustus 2022 nanti juga meluapkan harapan dengan penuh harap agar masyarakat Bireuen ikhlas dan sepakat menerima serta mendukung program kepemimpinan bersama wakil sepadannya Muzakkar A Gani  dengan rencana dasar tak lain  adalah, untuk  memajukan serta mensejahterakan masyarakat Bireuen dalam berbagai aspek, utamanya  yang masih tertinggal berbanding dengan kabupaten lain di Aceh.

Keterangan lainnya yang dikumpulkan BongkarNews dari kalangan masyarakat Bireuen menjelang pergantian kepemimpinan kepala daerah Kabupaten Bireuen dari H Ruslan M Daud kepada H Saifannur umumnya merasa optimis akan adanya perubahan nasib, serta akan menyentuh bidang upaya meningkatkan kesejahteraan keseharian bagi seluruh warga Bireuen secara merata, tanpa ada kelompok-kelompok warga prioritas.

Sementara berhubungan program pembangunan bidang kontruksi seperti proses pengadaan gedung- gedung pemerintah, serta upaya pembetulan sarana sistem pengairan yang sangat didamkan kaum  petani.

Sarana kebutuhan bagi semua masyarakat tersebut  dipastikan akan menjadi prioritas bagi sosok Saifannur, mengingat selain lahir dan tempat tinggal beliau adalah dalam kalangan masyarakat kaum tani, bercerita soal tingkat  kwalitas sebuah proyek bangunan fisik pun sudah menjadi dunia kawalannya sejak H Saifannur berumur 25 tahun.   (Roesmady)  

Pos terkait