HIMMAH Labuhanbatu Apresiasi AKBP Wahyu dan AKP Hardiyanto, Pengungkapan Narkoba Meningkat Signifikan

Labuhanbatu, Bongkarnews.com:

Polres Labuhanbatu yang dipimpin, AKBP Wahyu Endrajaya dan Kasat Narkoba, AKP Hardiyanto membuktikan komitmennya berantas narkoba. Hal itu terbukti di Operasi Antik Toba 2026, 13 Mei hingga 02 Juni 2026 yang baru berlalu, tim Satres Narkoba Labuhanbatu hingga Polsek jajaran capai peningkatan dalam ungkap kasus narkotika dan mendapat sejumlah apresiasi.

Bacaan Lainnya

Salah satu apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Labuhanbatu Periode 2025-2027, Poso Harahap kepada wartawan Rabu, (10/06/2026).

Menurut Poso, apresiasi diberikan karena kinerja AKBP Wahyu dan Kasat Narkobanya AKP Hardiyanto terbukti dari hasil operasi kewilayahan Antik Toba se Polda Sumatera Utara. Dibandingkan tahun 2025, hasil kali ini Antik Toba 2026 menunjukkan peningkatan dalam pemberantasan narkoba diwilayah hukum Polres Labuhanbatu, hingga ke pelosok desa-desa di Labura.

Diterangkannya, hasil Operasi Antik Toba tahun 2026 yang berlangsung selama 21 hari Polres Labuhanbatu terkhusus Satres Narkoba dan jajaran berhasil mengungkap sebanyak 81 kasus serta mengamankan 96 tersangka dari sejumlah tempat yang rawan akan peredaran narkoba.

Apalagi, lanjut Poso, seluruh tersangka yang ketika terjaring tidak ada dalam kategori pemakai atau korban dari penyalahgunaan narkoba, melainkan seluruhnya adalah para pengedar, kurir dan bandar besar.

“Dilihat dari barang bukti 96 orang tersangka dalam Operasi Antik Toba tahun 2026, seluruhnya didapat petugas lebih dari satu gram sabu milik tersangka dan juga ada timbangan. Mereka ini bukan korban atau pengguna narkoba, melainkan pengedar yang selama ini bisnis haram” terang Poso Harahap.

“Atas hasil sementara ini berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber dilihat bahwa Polres jajaran Polda Sumut, Polres Labuhanbatu menduduki peringkat kedua setelah Polrestabes Medan dalam pengungkapan kasus terbanyak terkait narkoba saat Ops Antik Toba Tahun 2026,” ucapnya.

Kemudian, sambung Poso, penindakan terhadap peredaran narkoba juga terlihat dilakukan secara menyeluruh di titik-titik yang selama ini dianggap rawan sebagai lokasi peredaran narkoba, mulai dari pusat kota hingga pelosok desa, sehingga ruang bagi peredaran narkoba menjadi semakin sempit.

“Bagi para pengedar narkoba juga semakin sempit, karena penindakan tampaknya dilakukan secara merata dari kota sampai ke pelosok desa, bahkan sampai ke daerah pesisir yang selama ini disebut-sebut sebagai lokasi yang dirasa aman oleh para pelaku pengedar narkoba,” katanya.

Poso juga menyampaikan bahwa, sebaik apapun pengawasan serta penindakan yang dilakukan, pasti masih akan tetap ada pihak-pihak yang berupaya mencari dan mencuri kesempatan untuk bermain dengan mengedarkan barang haram tersebut.

Lalu saran Poso, diperlukan peran serta aktif masyarakat untuk bekerjasama dengan memberikan informasi jika mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Pasti akan ada yang tetap kesempatan untuk mengedarkan. Disitulah perlunya kerjasama dari masyarakat untuk memberi informasi. Karena memberantas narkoba bukan hanya tugas kepolisian semata, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Kita percaya bahwa setiap informasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti oleh Polres Labuhanbatu,” imbuhnya.

Ia menilai, bahwa penindakan kasus narkoba masih terus dilakukan setiap harinya oleh Satres Narkoba hingga Polsek jajarannya. Pasalnya, pelaku pengedar bahkan bandar pemasok diringkus setiap hari terus bertambah.

“Penindakan para pelaku narkoba kita ketahui pasti ada setiap harinya. Salah satunya kita lihat dari berbagai media sosial yang kerap memposting hingga berita media online tentang penangkapan narkoba,” ujarnya

Terakhir, disampaikan Poso, sejak dipimpin Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP hardiyanto atau Pak Didot, tercatat sejumlah kasus narkoba dalam jumlah besar yang berhasil terungkap. Barang bukti yang diamankan diketahui juga tak sedikit.

“Rekor pengungkapan kasus terbesar, 50 Kg Sabu yang diamankan di Rokan Hilir, sebelumnya mereka juga menggagalkan peredaran 31,5 Kg sabu dan puluhan ribu ekstasi di Jalan Lintas Aek Kanopan,” tutupnya. (Zulkarnain)

Pos terkait