TUBAN | Bongkarnews.com – Berhati hatilah dan selalu ingatkan anak anda jika hendak ke sungai atau bendungan. Apalagi jika anak belum pandai berenang.
Di Tuban tepatnya Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, 2 bocah yang hendak memancing di Bendungan Gerak Babat, Senin (04/06) Subuh, terpeleset hingga tercebur kedalam danau. Hingga kini warga dibantu petugas Tanggap Darurat BPBD Lamongan masih melakukan pencarian.
Nasib naas dialami Muhammad Najib (10), siswa kelas 4, dan Abdul Kohar (9), siswa kelas 3 yang keduanya merupakan murid Madrasah Ibtidayah (MI), Desa Centini, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.
Kedua bocah malang ini terbawa aliran sungai Bengawan Solo di Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, 100 meter arah timur Bendungan Gerak Babat.
Diceritakan saksi mata, kedua korban dan seorang rekannya yang lain saat itu sedang jalan-jalan sambil membawa pancing menuju bendungan Gerak Babat. Namun saat berada di tepi tanggul Desa Simorejo, salah satu dari mereka mengayunkan kail pancing ke arah sungai Bengawan Solo. Namun sayanknya, saat kail diayunkan, bocah itu terpereset hingga terjebur ke sungai. Sementara salah satu rekan yang mencoba menolongnya juga ikut terpereset dan terjebur.
Kejadian ini dibenarkan Muslimin, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, ketika dikonfirmasi dilokasi.
“Salah satu dari 3 anak itu mengayunkan pancing yang mereka bawa ke arah sungai. Tapi saat pancing di ayunkan, dia terpeleset dan jatuh ke sungai. Sedangkan korban yang satunya, dia inginnya menolong, tapi justru dia ikut terpereset dan tercebur ke sungai,” ungkapnya.
Mengetahui kedua rekannya terbawa sungai, seorang bocah yang selamat Huda, langsung berlari pulang untuk mengabarkan kejadian itu kepada kedua orang tuanya. Hingga sejumlah warga pun mendatangi lokasi kejadian.
“Korban selamat yang bernama Huda tidak berani menolong dan akhirnya berlari pulang untuk memanggil kedua orang tuanya,” terangnya.
Hingga saat ini petugas masih terus melakukan pencarian terhadap 2 korban dengan melibatkan petugas gabungan dari BPBD Lamongan dan BPBD Tuban dengan menggunakan 4 perahu karet.
Pihak keluarga berharap agar anak mereka segera ditemukan dan memohon doa agar diberikan keselamatan juga ketabahan.(In)





