Dugaan Diskiminatif, M Irvan Sebagai Terlapor Merasa Heran

  • Whatsapp

BATUBARA |  bongkarnews.com –  Muhamad Irvan Warga Desa Sei Balai, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu bara, merasa ada yang aneh perihal penjemputan atas dirinya, awalnya dia binggung sebenarnya mau dibawa kemana, ternyata ke Polres, Rabu 19/01/2022.

“Tadi siang Yaumul bersama rekannya Irhan Guntara sekitar pukul 1 siang, datang dengan menggunakan mobil mendatangi M. Irvan pada saat penyaluran kartu KKS, di desa Sei Balai, Irhan Guntara adalah selaku rekannya Yaumul menjelaskan jika penjemputan tersebut untuk memberikan klarifikasi ke Polres Batubara” ujar Muhamad Irvan kepada awak media.

Bacaan Lainnya

Irvan menceritakan atas penjemputan dirinya yang dilakukan oleh pelapor sendiri Yaumul Jumadi bersama Rekannya, bahwa mereka berdua bukanlah pihak dari Kepolisian, ” kenapa  juga saya harus dijemput, inikan panggilan pertama, sifatnya masih klarifikasi kan tak harus dijemput” kata Irvan

Irvan mengatakan dirinya sempat merasa heran, “kenapa harus mereka yang menjemput saya, Yaumul itu kan yang melaporkan saya, kok malah dia yang menjemput saya. Memang di surat itu pemanggilan saya benar untuk hari ini, hari rabu tanggal 19 Januari 2022 pukul 11 siang, saya kan bisa datang dengan sendirinya, tak pala dijemput, apa lagi dia bukan polisi,” penjelasan Irvan keheranan.

“Saya merasa, surat dan orang yang menjemput saya terkesan seperti dipaksakan, seharusnya surat itu minimal 1 hari sebelumnya dilayangkan kepada saya, sehingga saya bisa mempersiapkan diri saya untuk memberikan keterangan saat di tanya oleh penyidik”, terangnya.

Sebelumnya M Irvan menegaskan, jika dirinya tidak ada urusan kerja sama dengan Pelapor Yaumul, serta tidak ada berurusan dengan yang lain, memang dulu pernah jadi rekan kerja, namun saya tidak ada kerja sama dengan Yaumul maupun irhan,” jelasnya.

Terakhir M. Irvan menjelaskan, saat diperiksa ada 9 pertanyaan yang di layangkan oleh penyidik terhadap dirinya, dengan waktu kurang lebih sekitar satu setengah jam lamanya” tutup Irvan.

Sementara, dari hasil konfirmasi terhadap Ramadhan Zuhri selaku pengamat Hukum menjelaskan, apa yang dilakukan oleh orang yang menjemput M. Irvan itu kesalahan SOP, sebab penjemputan itu tidak mesti dilakukan, itukan ada haknya Irvan untuk mempersiapkan diri, terkesan seperti dipaksakan ujar Ramadhan zuhri menjelaskan.

Saya sudah berkoordinasi dengan Irvan soal pemanggilannya ternyata itu adalah surat pemanggilan undangan klarifikasi, atas adanya dugaan penipuan dan penggelapan.

“Yang saya herankan dari prosedur pemanggilan itu seperti biasa, boleh dititipkan, misalnya dari pihak penyidik maupun polres menyampaikan surat undangan klarifikasi, dan jika tidak bisa bertemu dengan yang bersangkutan bisa dititipkan dengan perangkat desa yang terdekat, bukan penjemputan,” pungkas Ramadhan Zuhri.

“Saya juga binggung pada saat hari jadwal pemeriksaan, disitu juga disampaikan kepada saudara Irvan, surat undangan tersebut yang diantar oleh Yaumul, ada apa dengan tindakan seperti ini” tanya Ramadhan.

“Lebih lanjut, kita mempersoalkan cara yang pertama tindakan dari saudara Yaumul dan Irhan, mereka menyampaikan surat sekaligus intervensi kepada saudara Irvan ini untuk segera menghadap, padahal disitu jelas dikasi surat undangan, seharusnya minimal dua hari sudah sampai pada yang bersangkutan, kan seperti itu mekanismenya.” jelasnya.

Anehnya lagi, setelah selesai diperiksa oleh penyidik surat tersebut ditarik lagi oleh Polres Batu bara.

Yang mana, diketahui Yaumul itu adalah Pelapor atas adanya dugaan penipuan dan penggelapan, saya menduga ada tindakan diskriminatif antara Pelapor dengan Polres Batu bara, karena mekanisme dari surat pemanggilan itu disampaikan langsung oleh Pelapor.

“Jika mengacu pada SOP harusnya dititipkan di kantor Lurah atau Desa yang bersangkutan kan bisa, kita menduga ada tindakan diskriminatif antara Pelapor dengan penyidik”, akhirnya.

(Sy)

Pos terkait