Di Aceh, Laut tidak Dipunggungi, Laut adalah Etalase Rumah Kami

Aceh Barat | BN – Di Aceh, laut tidak dipunggungi. Bagi masyarakat Bumi Serambi Mekah, Laut adalah etalase yang menjuntai sepanjang 2.666 kilometer lebih mulai dari bagian timur hingga barat-selatan Aceh.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, dalam sambutannya, saat membuka secara resmi Simposium Nasional dan Expo Perikanan dan Kelautan yang digagas oleh Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Teuku Umar, Senin (16/10/2017).

Bacaan Lainnya

“Dalam kesempatan ini, kami ingin menjelaskan kepada Ibu Susi Pudjiastuti, bahwa di Aceh laut tidak dipunggungi. Aceh merupakan beranda depan rumah kami. Hal ini ditandai dengan keberadaan Lembaga Panglima Laot yang selalu menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan kehidupan kelautan dan perikanan di Aceh,” ungkap Nova.

Wagub juga memaparkan, bahwa Aceh adalah salah satu kawasan yang memilki sumber daya kelautan sangat besar dan layak menjadi poros maritim Indonesia di wilayah barat. Tidak mengherankan jika nelayan merupakan salah satu mata pencarian utama rakyat Aceh.

Untuk diketahui bersama, ada puluhan ribu keluarga masyarakat Aceh yang hidupnya menggantungkan diri dengan usaha perikanan, dengan armada kapal mencapai 17.000 unit.

“Sebagian besar dari armada itu adalah kapal nelayan di bawah 30 Gross Ton (GT). Dengan peralatan sederhana itu, makanya hasil tangkapan ikan laut Aceh  hanya berkisar 165.000 ton per tahun. Produksi itu masih di bawah potensi sumber daya perikanan yang ada di perairan laut Aceh,” sambung Wagub.

Sebagaimana diketahui, Aceh memiliki luas kawasan laut mencapai  295 ribu km² dengan  panjang garis pantai mencapai 2.666 km. Dengan kawasan laut seluas itu, potensi perikanan Aceh diperkirakan mencapai  1,6 juta ton  per tahun.

“Tapi, yang baru bisa dinikmati berkisar 10 persennya saja. Yang banyak meraup untung dalam sumber daya perikanan kita itu justru kapal-kapal asing berukuran besar yang selama ini kerap melakukan praktik illegal fishing di kawasan laut Aceh,” ujar Nova.

“Oleh karena itu, untuk meningkatkan produksi ini, Pemerintah Aceh mendorong agar operasi pemburuan kapal ilegal fishing di perairan laut Aceh terus ditingkatkan. Kita juga sangat setuju dengan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang  menenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan di laut Indonesia,” sambung Wagub.

Wagub menambahkan, selain menegakkan kedaulatan RI di wilayah perairan laut Aceh, hal yang tidak dapat dipungkiri adalah kenyataan bahwa Aceh masih memiliki kekurangan dalam pengembangan sektor perikanan.

“Beberapa kelemahan itu, antara lain keterbatasan pengetahuan dan keterampilan para nelayan kita dalam menguasai teknologi perikanan, keterbatasan dalam modal usaha, sehingga armada penangkapan tidak mampu mencapai wilayah laut yang lebih luas,” kata Wagub.

Menurut Wagub, hal lain yang juga menjadi kendala adalah kesulitan dalam memasarkan hasil tangkapan, akibat belum tersedianya cold storage yang memadai dan sarana transpotasi langsung ke negara tujuan ekspor. Dan, hal yang tak kalah penting adalah keterbatasan SDM berkualitas dalam mengelola hasil perikanan Aceh.

“Hambatan ini sebenarnya sudah mulai disiasati Pemerintah Aceh, diantaranya dengan membangun beberapa fasilitas Tempat Pendarataan Ikan (TPI), seperti TPI Pelabuhan Kuala Idi di Aceh Timur dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh,” ungkap Wagub.

Pun demikian, Pemerintah Aceh juga berharap agar ada sebuah TPI yang lebih besar di kawasan pantai barat Aceh.

Selain itu, sambung Wagub, program peningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang perikanan juga kita tingkatkan, sebagai respon atas kebutuhan tenaga terampil di sektor ini. Namun upaya itu belum dapat menjadi solusi cepat untuk menjawab semua masalah yang ada

“Untuk itu, bertepatan dengan penyelenggaraan Simposium dan Expo Perikanan  di Aceh Barat ini, kami berharap Ibu Menteri dapat menyiapkan berbagai program dalam rangka mendukung peningkatan produksi dan produktivitas perikanan Aceh.”

Dengan demikian, sambung Wagub, sumber daya perikanan yang ada di laut Aceh dapat lebih dioptimalkan bagi kesejahteraan rakyat, dengan demikian, sektor ini diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Aceh.(rel)

Pos terkait