Ada Ajudan “Egois” diEra Kepemimpinan Saifannur – Muzakkar

Pasangan Kandidat Pemenang Pilkada Kabupaten Bireuen 2017, Priode 2017-2022, H Saifannur – H Muzakkar A Gani Yang Telah Dilantik 10 Agustus 2017 Lalu.

BIREUEN | BN – Bupati Bireuen H Saifannur melalui Wakilnya H Muzakkar A Gani Kembali melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) Kedisiplinan ke RSUD dr Fauziah Bireuen, Senin pagi 21 Agustus 2017.

Sekira 1,5 jam Muzakkar didampingi Staf ahli Bupati Ir Raden Yus Rusmadi ST dan Kepala Ba­dan Kepegawaian Pendidikan dan SDM Setdakab Bireuen  Drs M Isa berada di Rumah sakit daerah tersebut, wakil bupati bersama rombongan bergerak pulang ke kantor pusat pemerintahan kabupaten di kawasan Cot Gapu.

Bacaan Lainnya

Mobil Plat merah nopol BL 2 Z telah menunggu sang wabub dipintu gerbang keluar RSUD dr Fauziah. Muzakkar yang berjalan sekitar 30 menuju mobil Fortune baru turut dihantar oleh Dirut RSUD dr Mukhtar Mars serta salah seorang Wadirnya Dr Irwan.

Sesampai ditempat parkir mobil, jelang kepulangannya Muzakkar sempat berpesan kepada Dirut dan wadirnya mengenai apa-apa  yang yang perlu dibenah sesuai dengan apa yang telah dilihatnya sendiri dalam agenda sidak selama 1,5 jam lamanya.

Wartawan BongkarNews yang turut berbarengan pejabat-pejabat Bireuen tersebut pun berupaya melangkah lebih dekat untuk mendengarkan dengan jelas kata-kata arahan yang disampaikan Wabup Muzakkar terhadap pengambil kebijakan RSUD dr Fauziah Bireuen tersebut.

Wartawan media ini mendekat kebagian arah belakang mobil plat merah nopol BL 2 Z untuk mengetahui lebih jelas uraian kata  Pembicaraan yang berlangsung didekat body mobil dinas wabup.

Seketika itu, dua pemuda pakaian dinas PDL yang akhirnya diketahui adalah ajudan dan Sopir mobil Wabup segera mendekat mengusir wartawan BongkarNews agar menjauh dari wabup mobil dan mobil dinasnya karena sedang ada acara.

Dengan menenteng tas berisikan camera, tape rekaman serta seperangkat alat kerja wartawan mencoba memperkenalkan diri. “Saya dari Pers,” kata saya. “Dari media mana”, tanyanya dengan tegas dan mimic wajah sangar tak bersahabat.

Namun belum sempat Wartawan Bongkar News menampakkan ID Card Prees, sang wabup Muzakkar sudah melangkah masuk mobil seraya membuka kaca pintu mobil dan menyapa Wartawan media ini.

Tentu saja membuat kedua pengamanannya itu buru-buru meraih setir dan tancap gas sebelum sempat melihat kartu pengenal yang ingin saya tunjukkan.

Merujuk kepada sistem dan cara yang diperagakan kedua pemuda “Ala Jagoan” itu dalam hal melarang warga untuk tidak mendekat dengan pejabat yang mereka kawal, sungguh miris dan butuh training lanjut dalam hal etika mengamankan langkah pejabat politis.

Informasi yang dihimpun dari kalangan seorang pejabat pendopo bahwa, Dalam melaksanakan tugas selaku seorang pejabat Negara ditingkat kabupaten, Wabup Muzakkar dijatahkan seorang Driver, ajudan tamatan STPDN plus dua orang petugas pengamanan dari unsure kepolisian.

Yang ikut sidak bersama Wakil Bupati Muzakkar ke RSUD dr Fauziah Bireuen pagi Senin 21 Agustus 2017 itu dan memiliki perangai kaku dan action berlebihan adalah Sang Sopir  seorang PNS yang sebelumnya ditugaskan dibagian Umum kantor Bupati Bireuen serta yang satu lagi putra Bireuen alumni STPDN.

Terlepas sang “Jagoan Neon” tersebut memiliki background dari unsur manapun atau katakanlah dari lembaga kepolisian ataupun “Wiro” dari angkasa seibarat “Gatot Kaca” yang konon memiliki tulang besi.

Yang pasti sekarang ini posisi mereka adalah sebagai pengawal pejabat politis (Wabup Muzakkar) yang sosok pribadinya sangat dikenal ramah dengan warga tanpa memandang kasta, selain status aparat keamanan mereka berubah karena sedang ditugas karyakan mendampingi tugas pejabat sipil.

Seorang pegawai menengah  RSUD dr Fauziah Bireuen yang sempat menyaksikan gerak sang pamtup mengusir orang – orang didekat pejabat penting yang sedang dikawal mengaku kecewa dengan sistem yang diperagakan oleh “hero-hero” pendopo terkini terhadap unsur wartawan.

Meskipun demikian Ia juga menambahkan bukan saja terhadap kaum sang jurnalis, semua warga juga berhak beramah-tamah dan bersosialisasi akrab dengan pimpinan panutannnya yang sudah berhasil dimenangkan menjadi kepala daerah.

” Terhadap semua warga juga nggak layak dilakukan dengan menggunakan cara serta wajah “sok sangar” tanpa bersahabat demikian,” begitu tanggap salah seorang PNS saksi mata RSUD dr Fauziah Bireuen.

Kepala Ba­dan Kepegawaian Pendidikan dan SDM Setdakab Bireuen Drs M Isa  yang ikut dalam rombongan sidak dihubungi BongkarNews via ponselnya tentang status serta background kedua pemuda pengawal wabup menyatakan, pihaknya juga belum mengetahui pasti dari unsure apa mereka sebelumnya.

Meskipun demikian Isa mengaku sepaham kalau siapapun dan apapun keahlian mereka ketika sudah bertugas sebgai pamtup atau ajudan wabup secara otomatis yang bersangkutan juga harus berprilaku layaknya seorang sipil, bukan sebagai penegak hukum yang saban waktu siap perang, apalagi bak seorang “algojo” pemangsa manusia.

Masukan lainnya dari kalangan wartawan Bireuen dimushalla Pendopo Bupati berbarengan dengan musyawarah tertutup sejumlah tokoh agama dari Samalanga dengan pemerintahan Bireuen menyatakan, ada nuansa berbeda yang diperagakan para petugas ajudan serta personil pengamanan pimpinan Bireuen sekarang dibandingkan dengan semasa Ruslan.

Diera Dinasti H Saifannur sekarang ini para ajudan dan petugas pamtup  terlihat begitu ramai. “Malahan diantara mereka ada kesan yang alergi dengan kalangan insan pers.

Sehingga walau belum dua minggu mereka mengisi pendopo terhadap kawan-kawan wartawan sudah beberapa kal ada yang mengaku ditilang dengan pertanyaan “Hey dari media apa kamu,”.

Ataupun barangkali saja di era Saifannur sekarang ini ada ajudan yang khusus ditugaskan untuk memeriksa legalitas serta arah keberpihakan jika saja yang bersangkutan mengaploud sebuah berita. Entahlah, semoga saja “Tidak Ada Dusta Diantara Kita,”. (Roesmady)

Pos terkait