Aceh Butuh Program “Tidak Biasa” untuk Tekan Angka Kemiskinan

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menggelar pertemuan dengan Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, serta seluruh jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten saat kunjungan kerjanya di Aceh Utara, Sabtu (21/10/2017).

Aceh Utara | BN – Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, menegaskan bahwa Aceh butuh program yang tidak biasa untuk program penanggulangan kemiskinan Aceh. Sebagaimana diketahui kemiskinan Aceh yang berada di atas angka rata-rata nasional, yaitu 18 persen lebih membuat Aceh saat ini merada pada posisi 6 daerah termiskin di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Nova, saat menggelar pertemuan dengan Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, serta seluruh jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten di Aula Setdakab Aceh Utara, Sabtu (21/10/2017).

Bacaan Lainnya

“Kita perlu suatu program dan gerakan bersama yang diluar mainstream dan tidak biasa, namun tidak pula melanggar hukum. Gaya biasa-biasa saja sudah terbukti tidak mampu menekan angka kemiskinan Aceh selama ini.” tegas Wagub.

Wagub mengajak seluruh Kepala Daerah dan Kepala SKPA untuk membuat program pembangunan yang kolaboratif lintas instansi dan lembaga. “Tidak ada proses pembangunan yang bisa dilakukan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh ingin menciptakan atmosfer baru dalam pembangunan, yaitu pembangunan yang kolaboratif, semua pihak harus terlibat,” ujar Nova.

Sementara itu, Azhari selaku Kepala Bapeda Aceh, dalam presentasinya memaparkan tentang kondisi terkini angka kemiskinan, ruang fiskal serta kebijakan belanja Pemkab Aceh Utara untuk penanggulangan kemiskinan di wilayah itu. Senada dengan Wagub, Azhari juga mengingatkan tentang pentingnya gerakan bersama untuk menekan angka kemiskinan di Aceh Utara.

“Penanggulangan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri, semua pihak harus berkolaborasi. Selain itu, kita juga tidak bisa fokus di satu sektor saja untuk mengintervensi kemiskinan. Semua elemen yang berpengaruh langsung bagi peningkatan angka kemiskinan harus benar-benar diperhatikan.”

Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, langsung menginstruksikan jajarannya untuk sesegera mungkin mensinergikan berbagai program pembangunan Pemkab dengan program penanggulangan kemiskinan yang telah disampaikan oleh Wagub.

Sebagaimana diketahui, jumlah penduduk miskin terbanyak di Aceh, secara persentase memang Gayo Lues, namun dari jumlah Aceh Utara adalah kabupaten yang memiliki jumlah penduduk miskin tertinggi.(SA)

Pos terkait