Wuihh.. Kades di Bireuen Cueki Instruksi Bupati?

Foto: Bupati Bireuen.

Berita telah Terbit di Media Cetak Bongkarnews edisi 614

BIREUEN, Bongkarnews.com-
Bupati pemegang kuasa di kabupaten. Berhak memberi penegasan mau pun penindakan. Namun apa jadinya bila instruksi tersebut dianggap angin lalu alias dicueki? Nah, inilah seakan terjadi di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Begini ceritanya!

Bupati Bireuen H Saifannur kerap bersuara lantang kepada kepala desa (Geuchiek) sejajarannya agar tidak menggunakan dana desa (DD) tepat sasaran. Seperti halnya masa Bupati Ruslan M Daud yang mengajak para geuchiek bertamasya ke Puncak Kota Bogor, Jawa Barat beberapa tahun silam. Walau dibalut dengan Bimtek, pastinya salah satu gelaran itu adalah menyenangkan diri.

Kepada Kepala Desa diharapkan untuk tidak lagi kebanyakan menjalankan program semacam tour (kunjungan) sana-sini yang tidak bermakna terhadap masyarakat banyak.

“Fokuslah penggunaan dana menangani program membangun lebih nyata manfaatnya bagi masyarakat desa,” demikian salah satu contoh kata larangan tegas dari Bupati Saifannur di antara penggalan kalimat kata sambutan beliau ketika menghadiri acara sosialisasi dana desa melalui Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) Lembaga Kejaksaan di Aula Setdakab Lama Bireuen, pada Agustus 2017 lalu.

Namun sayang, lagi-lagi sarat Bimtek ke Medan, 122 Perangkat Desa (jika ikut semua desa dari dua kecamatan) , terdiri dari Kades plus direktur Badan Usaha Milik Gampoung (BUMG) masing-masing desa dari Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dan Kecamatan Gandapura Sabtu 24 Maret 2018 dini hari, bergerak bareng menggunakan transportasi bus umum berangkat ke arah timur menuju Kota Medan, Sumut.

Keterangan yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, keberangkatan kades plus Direktur BUMG dari Kecamatan Peusangan Siblah Krueng sebanyak 21 Desa, serta dari Kecamatan Gandapura total 40 desa adalah untuk tujuan mengikuti Bimtek Pengelolaan Dana Desa (DD) sesuai arahan panpelyakni pihak Lembaga Lembaga Pemberdayaan dan pengembangan Ekonomi Desa (LP2ED) serta dari pejabat bagian terkait dari pemerintahan kecamatan masing-masing.

Dikabarkan, terhadap peserta pihak pengelola kegiatan mengutip iuran Rp 5.800.000 bagi setiap peserta. Dengan sistem kelola Rp 4.500.000 disetor kepada panpel, untuk kebutuhan empat hari menjadi peserta Bimtek, termasuk uang transport PP, Bireuen- Medan. Sisanya Rp 1.300.000 adalah untuk jatah uang saku pribadi selama dalam perantauan. Terangkaum total anggaran sementara yang harus disetor untuk setiap desa yaitu harga bayar dua orang peserta terdiri Kades dan direktur BUMG sebesar Rp 11.600.000

“Para kades dua kecamatan itu akan mengikuti acara bimtek selama empat hari tiga malam, yang digelar di aula Hotel Madani, yang lokasinya berhadapan dengan Bangunan Istana Maimun berdekatan dengan lintasan jalan utama Jalan Sisingamangaraja,” ujar sumber, kemarin.

Sesuai data diperoleh, penawaran Kegiatan Pelantikan dari Lembaga LP2 ED yang disuguhkan kepada seorang Kades di Kecamatan Gandapura yang diperoleh media ini menyangkut peruntukan dana sebesar Rp 4.500.000. Dari setiap peserta akan diperuntukkan antara lain : Penginapan di Hotel Bintang 3 (tiga malam), Transportasi Bireuen – Medan PP, Meeting Room, Training Kit (Tas, ATK, dan Materi pelatihan), Baju Seragam, Kunjungan Lapangan serta Pendampingan Selama 2 bulan.

Surat Penawaran dari Lembaga LP2ED yang ditujukan kepada Kepala Desa masing-masing itu ditandatangani oleh Sekretaris LP2ED Hadi Muttaqin, SE an Direkturnya. Surat Dalam arti Penawaran itu dikeluarkan di Banda Aceh Tertanggal 19 Maret 2018.

Ada juga informasi belum resmi yang menyatakan, ke 609 pihak desa dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen akan menyusul secara bertahap acara penguatan SDM bagi perangkat desa dalam mengelola Dana Desa (DD) tepat sasaran di Propinsi tetangga yang penduduknya dimanyoritasi oleh Suku Batak dan Karo tersebut.

Meski pun singkatan huruf nama lembaga terlihat sedemikian asing yang terdiri empat huruf menghimpit angka dua dipertengahannya itu, tersebut terutama sekali dari tingkat pengetahuan yang dimiliki masyarakat awam di Kabupaten Bireuen, terhendus informasi mengenai anggota yang mempelopori lembaga penguatan SDM terhadap perangkat pemerintahan desa tersebut juga terdiri dari kalangan pemuda-pemuda cerdas yang sama suku, mungkin juga sesama daerah asal yakni Kabupaten Bireuen.

Karenanya, jika merujuk kepada cara berimaginasi masyarakat yang memiliki tingkat IQ di bawah standar rata-rata, perkembangan tersebut membuat pantas jika kemudian memancing beragam tanya. Misalkan saja, kalaulah yang berada dibawah wadah LP2ED (Pemateri Program) itu adalah merupakan orang-orang cerdas sedaerah kita, kenapa juga lokasi Bimtek-nya mesti ditentukan di Hotel Kota Medan sana.

“Padahal Cukup banyaklah sarana yang bisa menampung untuk acara gelar Bimtek semacam itu dan tidak mesti ke Medan segala. Setidaknya terdap masyarakat akan muncul sedikit kesan salah tanggap bahwa kita tidak seroyal kelas berat memonopoli Dana Desa,” umpat seorang sumber yang mengaku masih berstatus mahasiswa semester IV di STIE Blang Bladeh Kecamatan jeumpa dengan harapan identitas lengkap yang bersangkutan mohon dirahasiakan, di Nongkrong Coffe belum lama ini.

Secuil keterangan yang berhasil diperoleh wartawan BN dari Kepala DPMGPKB Setdakab Bireuen Bob Mizwar SSTP, MSi melalui contak person ponsel pribadinya mengatakan, bahwa program Bimtek yang disertakan kades dan Direktur BUMG dari dua kecamatan, Terdiri Dari Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dan Kecamatan Gandapura itu adalah inisiatif pribadi dari satu lembaga luar pemerintahan (Non Govvermant) bernama Lembaga Pemberdayaan dan pengembangan Ekonomi Desa, disingkat LP2ED.

“Jadi pihak LP2ED tersebut turun lapangan sendiri ke desa-desa melakukan penawaran program yang mereka prakarsai. Sehingga karena yang menjadi pelaksana utama bukan orang-orang jajaran kami dari Pemkab Bireuen, maka terkait pertanyaan apakah program dimaksud juga akan disertakan aparat desa dari 15 kecamatan lainnya secara bertahap juga tentang keterangan detail lainnya menjadi kurang lengkap dan apa adanya,” ungkap Kepala DPMGPKB Setdakab Bireuen Bob Mizwar SSTP, MSi.

Program pejabat Pemkab Bireuen yang terkait dengan pembangunan desa yang terkesan ‘tak peduli’ dengan apa yang sudah dilarang Bupati Saifannur terkesan ada suatu trik kerjasama tertata dengan Lembaga LP2ED yang berkantor di Banda Aceh sesuai dengan alamat tanggal surat yang disuguhkan kepada Geuchik di Gandapura.

Dugaan tersebut juga dikuatkan dengan lembaga yang digaet untuk kerjasama. “Bukankah diKabupaten Bireuen juga banyak pemuda cerdas bertitel sarjana yang bernaung dibawah beragam wadah organisasi. Malah sebelumnya setau kami untuk ilmu penguatan pemerintahan Gampoung (Desa) ditatar oleh mereka-mereka dari Bireuen. Atau Mungkin sosok pemateri lembaga luar Bireuen memiliki SDM “selangit” berbanding pemuda generasi tempatan,” tanya seorang mantan pejabat Pemkab Bireuen kepada Bongkar News memberi tanggapan tentang berita para Perangkat Desa yang berangkat lagi untuk belajar.

Kegiatan Bimtek melibatkan Kades bersama Direktur BUMG gampoung ke Medan kali ini menurut keterangn Wakil Bupati Bireuen Muzakkar A Gani kepada Media ini Selasa 27 Maret 2018 lalu terselenggara dibawah binaan Kepala DPMGPKB Setdakab Bireuen serta Camat kecamatan masing-masing dengan mendasari persetujuan kerjasama pemerintahan gampong dengan LP2ED yang segala kebutuhan menggunakan anggaran desa.

Sementara itu, mengklarifikasi informasi jika pegelaran Bimtek ke Hotel di Medan tersebut kemudian berlanjut dengan peserta 15 kecamatan lainnya secara bertahap, menurut pengakuan camat dari tiga kecamatan Jeumpa,Simpang Mamplam dan Kecamatan Samalanga yang sempat ditanyakan jadwal keberangkatan mengikuti Bimtek BUMG mengaku hingga Jumat 30 Maret 2018 belum mendapat arahan dari pejabat terkait di kabupaten. (Roesmady)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *