Wisata Jembatan Balerang, Diperkirakan Jutaan Rupiah Perhari Masuk Kantong Pribadi - Bongkarnews

Sitename

Description your site...

Wisata Jembatan Balerang, Diperkirakan Jutaan Rupiah Perhari Masuk Kantong Pribadi

Wisata Jembatan Balerang, Diperkirakan Jutaan Rupiah Perhari Masuk Kantong Pribadi

PDA

BATAM | Bongkarnews.com – Keberadaan Jembatan Barelang di kota Batam, Kepri hingga saat ini masih sangat diminati masyatakat khususnya bagi warga luar daerah yang berkunjung, apalagi jika musim liburan lokasi ini sering dijadikan obyek wisata.

Jembatan Barelang adalah nama jembatan yang menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan Riau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru. Nama Barelang merupakan singkatan yang berarti Batam, Rempang, dan galang.

Para pengunjung yang singgah akan terpesona dengan keindahan panoramanya. Namun sayangnya sekarang ini lokasi wisata tersebut terusik oleh beberapa oknum yang sengaja mengambil keuntungan dari para wisatawan.

“Yah..pungli,” erat sekali kaitanya dengan daerah wisata. Diperkirakan hasilnya mencapai jutaan rupiah dalam sehari. Mungkin saja dugaan adanya pungli tersebut lantaran kurangnya pengawasan dari pihak terkait, atau jangan-jangan ada permainan terselubung antara beberapa pihak disana. Namun yang jelas inilah yang terjadi.

Dari pantauan awak media, adanya beberapa oknum melakukan kutipan uang pondok singgah tanpa menyertakan karcis resmi maupun bukti bayar dari dinas pariwisata dinilai merugikan pendapatan daerah.

Hal inilah yang membuat pengunjung sangat menyesali tindakan oknum yang melakukan pungutan liar tersebut. Berharap pemerintah dapat melakukan penertiban, karena jelas sangat merugikan.

Adanya dugaan pungli ini membuat gerah wisatawan, seperti dikatakan salah seorang pengunjung pada Bongkarnews.com, belum lama ini.

“Parkir roda dua dipatok Rp 5 ribu untuk parkir roda 4 mencapai Rp 10 ribu belum lagi sewa pondok seharga Rp 40 ribu, jika saja uang tersebut dibayar ke negara kita senang artinya kita ikut membangun negara namun jika untuk kantong pribadi tentunya sangat disesali” kata salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya saat tim berada di lokasi.

Sementara menurut Amir, tukang parkir tempat wisata Dendang Melayu mengatakan bahwa lokasinya tersebut dikelola dinas pariwisata yang kantor di Batam Center.

“Untuk petugas parkir ada 6 orang, petugas kebersihan dan pengawasnya. Setau saya sewa pondok tak ada pungutan di bawah, untuk parkir sepeda motor atau mobil di dalam kawasan Dendang Melayu ini 5 ribu dikelola dinas pariwisata Batam. Kalau parkir di luar pagar dan di bahwah jembatan Barelang dikelola dinas perhubungan kota Batam” Ujarnya sambil sibuk memberi tiket dan mengambil uang parkir.

Hingga saat ini, Dinas Pariwisata dan  Dinas Perhubungan kota Batam belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan maraknya pungli dan sewa lapak di lokasi jembatan Barelang yang masih terjadi.(RO)