Sitename

Description your site...

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah di Labusel Segera di P21

40298 KALI DIBACA
Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam Sekolah di Labusel Segera di P21

Labusel, BN
Kepala Kejari Labusel Joko wibisono, SH, MH melalui Kasi Pidsus Dedy Saragih, SH di Kantor Kejari Kotapinang Labuhanbatu Selatan mengatakan : bahwa tersangka korupsi pakaian seragam sekolah APBD Tahun 2016 yaitu WL PPK Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan dan B Rekanan dituntut pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Tahun 1999 tuntutan hukuman penjara 20 tahun .Rabu ( 13/12 )

Kasi Pidsus Kejari Labusel Dedy Saragih, SH, Total kerugian negara yang ditetapkan hasil pemeriksaan Inspektorat Labusel lebih kurang Rp.1 miliyar dari pagu anggaran Rp.1,8 miliyar., Dua alat bukti sudah lengkap untuk menetapkan ke 2 (dua) tersangka yaitu keterangan saksi dan keterangan ahli. Tersangka tidak ditahan masih perlu untuk mendalami penyelidikan dan merupakan tehnik pemeriksaan apakah masih ada nyanyian mereka yang dapat melibatkan tersangka lainya , sebelum berkas P21 dilimpahkan kepengadilan Tipikor Medan.

Direncanakan bulan Desember 2017 ini berkas P21 sudah lengkap. Dan secepatnya Januari 2018 sudah dapat disidangkan dipengadilan Tipikor Medan, ujar Dedy.

Menanggapi sebelumnya, Gerakan Pemuda Labuhanbatu Raya (Gempal Raya) menggelar aksi unjukrasa didepan Kantor Bupati Labusel,Kamis (23/11) lalu.  Kehadiran Massa Gempal Raya di Kantor Bupati Labusel tersebut mendesak dua tersangka korupsi yakni WL selaku PPK di Dinas Pendidikan Labusel dan B rekanan pengadaan pakaian seragam sekolah yang dikucurkan dari anggaran APBD 2016 segera disidangkan.
Tuntutan massa Gempal Raya itu agar tidak terjadi praduga masyarakat terhadap lemahnya penegakan hukum dan buruknya kepemimpian Bupati Labusel .

Kepada Bupati Labusel agar tidak melindungi SKPD atau PPK dan jajaranya yang terseret dalam kasus korupsi dinas pendidikan, dan segera menindak lanjuti kasus korupsi yang ditubuh Dinas Pendidikan yang telah mencederai dan mencoreng dunia edukasi di Labusel tersebut.
Usai menggelar aksi di depan Kantor Bupati Labusel di Sosopan Kotapinang massa bergerak menuju Gedung DPRD Labusel di Jl. Linsum Badagei Kotapinang.

Masa juga meminta  agar DPRD menjalankan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) untuk mengawasi Kejaksaan Negeri Labusel dalam kasus korupsi di Dinas Pendidikan Labusel ini yang disinyalir sarat dengan kepentingan oknum-oknum tertentu.

Selanjutnya,massa juga mendesak Kejari Labusel agar segera menilik aliran dana sampai keakar-akarnya dan secepatnya menyidangkan kasus korupsi di Dinas Pendidikan Labusel yang sudah ditetapkan menjadi tersangka dan minta untuk tidak dicampurkan antara ranah hukum dengan politik.

Setelah melakukan aksi unjukrasa di Kantor Bupati dan DPRD Labusel massa Gempal Raya dibawa Koordinator Aksi Azhari Harahap dan Koordinator Lapangan Ali Rahman Sihombing akhirnya membubarkan diri tanpa diwarnai kericuhan, meski sebelumnya sempat terjadi dorong-dorongan antara Satpol PP dengan massa Gempal Raya saat akan memasuki areal perkantoran Bupati Labusel.( skr )