Tak Penuhi Panggilan, Kejari Siak Tetapkan  Abdul Hakim DPO 

SIAK (BN) Direktur PT Dimensi Tata Desantara, Abdul Hakim, sudah 3 kali tak hadir memenuhi panggilan dari Kejari Siak dalam kasus dugaan korupsi Sistem Keuangan Desa (Sumkudes) Pemerintah Kabupaten Siak. Panggilan ketiga yang diabaikan oleh Abdul Hakim yaitu pada hari Selasa 05 Desember 2017 lalu.

“Abdul Hakim merupakan tersangka kedua dalam kasus dugaan korupsi Simkudes. Ia dipanggil sebagai saksi terhadap terdakwa Abdul Razak, namun sudah 3 kali berturut-turut  mangkir, untuk itu mulai hari Kamis (14/12/2017) dia di tetapkan sebagai Data Pencarian Orang (DPO)  Kejari Siak,” tegas Kepala Kejari Siak Zondri melalui Kasi Pidsus Immanuel Tarigan kepada bongkarnews.com Senin(18/12) diruangan kerjannya.

Lanjut Immanuel  menjelaskan bahwa, PT Dimensi Tata Desantara adalah rekanan dari Badan Pemerintahan Masyarakat Desa (BPMPD) Siak. Abdul Hakim merupakan direktur perusahaan itu. Setiap dokumentasi pada program Simkudes dari pihak rekanan ditandatangani oleh Abdul Hakim tersebut.

Immanuel juga mengatakan bahwa pihak Kejari Siak, sudah melakukan upaya paksa terhadap Abdul Hakim, namun belum berhasil. Panggilan pertama untuk tersangka tersebut pada hari Rabu (15/11/2017), selanjutnya  panggilan kedua  pada hari Kamis (23/11/2017) dan panggilan ketiga  pada hari Selasa (5 /11/2017). Ketiga panggilan itu diabaikan begitu saja oleh tersangka Abdul Hakim.

” Setelah proses hukum berjalan pada kasus dugaan korupsi Simkudes 2015 itu, didapatkan kesimpulan untuk menaikan status Abdul Hakim menjadi tersangka. Karena sudah berkali-kali tak penuhi panggilan,  Abdul Hakim ditetapkan sebagai DPO, surat DPO akan kita sampaikan kep Polres Siak dan Kejati,”pungkasnya dengan tegas. (Sugianto)

 

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas