Terkait Pustu Desa Tanjung Gunung Tidak Difungsikan,Bupati Minta Copot Sri Ulina Ginting

LANGKAT – BN – Masyarakat Desa Tanjung Gunung di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat meminta kepada Bupati H Ngogesa Sitepu,SH untuk meninjau ulang kinerja Sri Ulina Ginting yang menjabat sebagai kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) yang selama ini menutup Pustu untuk tidak difungaikn dalam pelayanan kesehatan terhadap warga masyarakat di 14 Dusun.

Bahkan yang lebih parah nya lagi, tidak difungsikan nya Pustu di Desa Tanjung Gunung selama ini kalau Sri Ulina Ginting mengambil kesempatan berbisnis membuka praktik Bidan di Desa tersebut, sehingga warga masyarakat terpaksa harus berobat di tempat praktek milik Bidan Sri Ulina dengan tariff yang ditentukan.

Apalagi Desa tersebut jarak tempuh ke Puskesms yang berada di Kecamatan Sei Bingai cukup jauh jarak nya hingga mencapai puluhan kilo meter, sebab daerah wilayah tersebut cukup diketahui sangat terisolir dan berdekatan dengan wilayah Kabupaten Langkat dan tanah Karo sehingga Sri Ulina mengambil kesempatan membuka praktek Bidan dalam melayani kesehatan masyarakat.

Sementara itu informasi yang diperoleh BN dari pihak Puskesmas setempat, kalau pengadaan logistic obat-obatan yang diperuntukan pada Pustu Tanjung Gunung senantiasa di salurkan untuk kebutuhan kesehatan Warga, namun Pustu yang dipimpin oleh Sri Ulina Ginting belakangan ini malah ditutup.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang Sumber Bidan Puskesmas di Sei Bingai yang nama nya engan disebutkan ketika dikonfirmasi mengakui “Kami dari Puskesmas tetap menyalurkan Obat-obatan untuk pelayanan masyarakat di Pustu Tanjung Gunung, kita tidak tau apakah obat-obatan tersebut dipakai Bidan Sri Ulina dalam usaha Praktek nya, Ungkap Sumber.

Kami yang membidangan Obat-obatan di Puskesmas dan obat-obtan yang dibutuhkan terus kami salurkan sesuai waktunya dan kebutuhan Pustu, sedangkan obat-obatan yang kami peroleh dari Dinas semua kondisi nya bagus, sementara kualitas obat-obatan yang diserahkan cukup bagus, pungkas nya.

Sebelum nya, dalam keterangan Kepala Pustu Tanjung Gunung ketika dikonfirmasi BN sepekan lalu mengakui kalau Pustu yang dipimpin nya itu sudah tidak layak difungsikan lagi akibat kondisi bangunan nya tidak layak huni.

“Sudah 8 tahun bangunan Pustu Tanjung Gunung ini tidak tersentuh pembangunan, sehingga kondisinya sudah cukup parah dan tak layak digunakan, dan Kita sudah berulang kali mengajukan permohonan, namun sampai sekarang ini belum juga ada bantuan untuk dilakukan rehab atau perbaikan, maka nya Saya tutup saja, Kata Sri Ulina.

Ditambahkan nya lagi “Saya buka praktik ini dengan mengunakan obat-obatan bagus, tidak seperti obat yang ada di Pustui maupun Puskesmas, sedangkan masyarakat yang ada disini beda denga masyarakat lain, mereka hanya mau berobat geratis, dan kalau disini harus bayar lah.

“Kalian beritakan pun sampai puluhan kali Saya tidak perduli, sebab memang keadaan kondisi bangunan Pustu ini tidak memungkinkan untuk melayani kesehatan masyarakat, sedangkan Pemkab Langkat tidak pernah memperhatikan keadaan maupun kondisi Pustu yang sangat memprihatinkan saat ini, Pungkas nya.

Sedangkan dengan ditutupnya dan tidak difungsikan Pustu Desa Tanjung Gunung oleh Sri Ulina Ginting, masyarakat menilai merupakan akal-akalan Kepala Pustu dan terindikasi ajang kesempatan agar masyarakat memilih jalan berobat pintas di parktik Bidan Ulina yang ada di Desa tersebut.

Sementara itu Kepala Puskesmas (Kapus) Sei Bingai dr.S.Sembiring ketika dikonfirmasi BN mengakui kalau pihak nya selama ini tidak mengetahui Pustu yang ada di Desa Tanjung Gunung belakangan ini tidak difungsikan dan mengatakan ,”Kita akan mengecek keberada Pustu tersebut apakah benar tidak difungsikan, Kata nya Singkat.(Sant).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *