Terkait Pencurian di RPC Bengkalis, Pelaku dan Penganiyaan akan Sama-Sama diproses Secara Hukum - Bongkarnews

Sitename

Description your site...

Terkait Pencurian di RPC Bengkalis, Pelaku dan Penganiyaan akan Sama-Sama diproses Secara Hukum

Terkait Pencurian di RPC Bengkalis, Pelaku dan Penganiyaan akan Sama-Sama diproses Secara Hukum




BENGKALIS | Bongkarnews.com – Empat dari lima pelaku pencurian di RPC Sepotong diringkus masyarakat. Adapun empat pelaku, satu diantaranya Irfan (21) warga Desa Sepotong yang dirawat di RSUD Siak akibat dihajar masyarakat.Satu pelaku lainnya, Syafrizal (44) warga Desa Koto Raja dirawat di Puskesmas Lubuk Muda dengan kondisi telinga mengeluarkan darah dengan muka lebam-lebam. Sementara dua orang lagi pelaku sudah ditahan di Polsek Siak Kecil, diantaranya Siswan Mahendra bin Muhelmi (25) warga jalan simpang kantor Belawan, Kodya Medan. Riko (15) warga Desa Sepotong. Sementara satu orang lainnya melarikan diri saat penggerebekan,yakni Erli Gusman alias Gusman (22) warga Desa Serapuh Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hingga berita ini dipublikasikan pelaku yang melarikan diri belum tertangkap.

Kronologis kejadian, Selasa (2/10) sekitar pukul 04.00 wib subuh, masyarakat setempat curiga dengan adanya sebuah mobil Avanza hitam BM 1026 LD parkir di sekitar lokasi RPC. Beberapa waktu kemudian masyarakat menggrebek mobil yang dicurigai, ternyata kelima pelaku melarikan diri dan sembunyi di semak-semak sekitar kejadian. Masyarakat menunggu hingga pagi hari dan mengepung tempat kejadian ternyata pelaku keluar dari persembunyian, saat itu masyarakat yang menunggu langsung menangkap pelaku yang saat itu juga di hajar massa

Menindak lanjuti pemukulan massa terhadap pelaku, Kapolsek berserta Camat Siak Kecil mengadakan pertemuan di Kantor Desa Sepotong, adapun pertemuan dilakukan pada hari ini Rabu (3/10) yang dihadiri Kapolsek, Iptu Sunaryo berserta anggota, Camat, Fadlul Wajdi beserta jajarannya, Sekcam , Mohd Yudi Kurniawan, sekaligus Pjs Kepala Desa Sepotong, sekdes, Edy Prayitno, perangkat Desa Sepotong, dan tokoh masyarakat.

Pada hari ini kita mengadakan pertemuan dengan pihak kepolisian menyangkut sekaligus mendengar masalah hukum yang terjadi terhadap pelaku pencurian yang terjadi di RPC (Rice Processing Complex). Seperti yang kita ketahui bersama adanya tindakan pencurian yang dilakukan beberapa oknum yang kerap mencuri beberapa barang-barang dari gedung RPC. Timbulnya keresahan warga setempat dikarenakan barang yang hilang, asumsi pelaku pencuri merupakan warga setempat. Efeknya memuncak saat pelaku tertangkap tangan. Reaksi masyarakat berlebihan saat pelaku tertangkap. Pelaku serta alat bukti seperti mobil di rusak massa. Dan salah satu dari tersangka dirujuk ke RSUD. Kami pemerintahan desa sepotong sangat menyayangkan atas kejadian saat ini, mari kita selesaikan secara hukum, mari kita dengarkan arahan terkait dalam rangka menyelesaikan masalah ini, kata Sekcam sekaligus Pjs Kepala Desa Sepotong, Yudi Kurniawan S.STP.MSi.

Sementara Camat Siak Kecil, M. Fadlul Wajdi STP.MSi, dalam arahan mengatakan, dalam pertemuan ini kami sangat mengharapkan masyarakat Desa Sepotong supaya mendengar dan mencerna pencerahan hal hukum yang nantinya akan di jelaskan pihak Polsek.Tentunya ini berawal dari kejadian yang terjadi waktu yang lalu, Selasa (02/10) sekitar pukul 04 subuh. Telah terjadi penjarahan atau pencurian milik BUMD Bengkalis di lokasi RPC. Menjaga keamanan dan ketertiban di Desa kita memang tanggung jawab kita. Namun kejadian kemarin sangat disayangkan, masyarakat telah menghakimi pelaku dengan hukum sendiri. Ada aturan hukum yang berlaku jangan diambil tindakan hukum sendiri. Seperti kerusakan mobil dan adanya luka-luka pada pelaku. Nasi sudah menjadi bubur, pengalaman pahit ini mari kita jadikan yang pertama dan yang terakhir. Jangan lagi terjadi hal-hal serupa diakan datang, yang rugi tentunya kita sendiri imbuh, Camat.

Di dalam pertemuan Kapolsek Siak Kecil, Iptu Sunaryo SH.MH, menguraikan sekaligus menyampaikan hal-hal yang penting masalah hukum. Kejadian pemukulan terhadap pelaku pencurian yang dilakukan warga sangat-sangat disayangkan. Yang namanya pencuri itu manusia, ada hak asasi juga. Ada aturan hukum yang berlaku di negeri yang kita cintai ini. “Pencuri itu manusia ada hak asasi juga, didalam kandungan baru satu bulan umur kehamilan janin tersebut sudah mendapat hak asasi”, kata Kapolsek. Seseorang yang mengandung jika orang tersebut mengugurkan janinnya akan dipidana termasuk orang-orang yang ikut terlibat didalamnya, terangnya, memulai menjelaskan hak asasi setiap manusia.

“Atas nama kepolisian kami Polsek Siak Kecil menyampaikan terimakasih kepada kemasyarakat yang telah membantu menangkap pencuri. Namun dalam pelaksanaan teknis ada kesalahan. Warga menegakkan hukum yang di dalamnya juga telah melanggar hukum”, jelas, Sunaryo. Desa Sepotong ini bagian dari Kecamatan Siak Kecil, merupakan wilayah hukum Polsek Siak Kecil. Orang yang mencuri akan kita proses secara hukum dan yang melukai pelaku akan kita proses juga. Melihat kejadian ini mohon maaf ini bukan ajaran agama di indonesia apapun itu agamanya, lanjutnya.

Mestinya penegakan hukum yang kita jalankan, pelaku diamankan dan diserahkan ke Polisi. Kejadian penganiayaan semalam kita sangat prihatin. Tidak ada belas kasihan, yang salah itu perbuatannya bukan orangnya. Kemana perangkat desa saat itu, baik RT, RW, Kepala dusun dan bahkan Linmas yang dituakan didesa. Kami hanya memproses sesuai tupoksi polisi yang menentukan benar atau salah ada di pengadilan. Yang mencuri itu tidak dibenarkan dan menganiaya itu juga tidak dibenarkan, tandas Kapolsek, menutup.

Adapun barang-barang yang diamankan dari pelaku, satu unit travo listrik, dua unit dinamo, kabel panjang lebih kurang 10 M, 19 buah Grain Moisture (alat pengukur kadar air) dan 15 buah klahar.(P. Siagian)

example banner